Piala Indonesia
Kalah Dari Persegres, Pelatih Persatu Edy Sutrisno Ungkap Alasan Kekalahan
Edy Sutrisno menyebut akan mencatat para pemain Persatu yang dianggap tidak produktif atau berkembang untuk tidak digunakan lagi
Penulis: M. Sudarsono | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | TUBAN - Pelatih Persatu Tuban, Edy Sutrisno mengungkapkan kekalahan anak asuhnya saat menjamu Persegres Gresik pada laga Piala Indonesia, di stadion Loka Jaya, Sabtu (30/6/2018), sore.
Menurut Edy, permainan para pemain Persatu sudah bagus, bahkan tampak menguasai bola. Namun, ada beberapa kekurangan yang menjadi catatannya selama 2x45 menit berlangsung.
Diantaranya, penjaga gawang yang dinilai kurang baik penampilannya, posisi pemain belakang yang kurang koordinasi, dan juga pemain tengah. Begitupun dengan ujung tombak striker yang kurang tajam.
"Selama laga berlangsung saya mencatat bagaimana pola anak-anak bermain, meski sebenarnya permainannya bagus," kata Edy kepada sejumlah wartawan saat pers release.
Dengan kondisi demikian, pria asal Malang itu menyatakan, akan ada evaluasi bagi anak-anak di tim kesebelasannya karena kalah di kandang sendiri.
Bahkan, Edy menyebut akan mencatat para pemain yang dianggap tidak produktif atau berkembang untuk tidak digunakan lagi.
"Yang tidak berkembang ya gak usah di pakai, lebih baik cari lagi yang produktif. Piala Indonesia ini hanya untuk mengetahui kualitas pemain saja, yang terpenting itu saat liga bergulir," pungkasnya.
Diketahui, pada laga melawan Persegres, Persatu kalah dengan skor 0-2. Gol tim tamu dicetak oleh pemain nomor punggung 8, Saddam Sudarma hendra melalui sundulan, di menit 80. Sedangkan gol kedua diciptakan melalui tendangan pojok oleh pemain nomor 5, Revi Agung, di menit 83.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/edy-sutrisno_20180630_202445.jpg)