Breaking News:

Pilkada 2018

PAN Kawal Suara Kemenangan Khofifah - Emil, Agus Maimun: Wajar kalau Ada Mencari-Cari Kecurangan 

"Kalau ada yang mencari kecurangan itu wajar saja. Kami sudah mengantisipasi hal itu dengan pengamanan hasil rekap TPS berupa lembar C1."

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sikap sejumlah partai pengusung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 2 Syaifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno yang berupaya mencari dan mengumpulkan bukti kecurangan paslon Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak, dianggap biasa oleh partai pengusung paslon nomor urut 1.

Sebagimana disampaikan oleh Bendahara Partai Amanat Nasional Jawa Timur, Agus Maimun, hal tersebut wajar saja dilakukan dan sangat biasa. Yang penting hal tersebut sudah diantisipasi oleh tim pemenangan dan partai pengusung.

"Kalau ada yang mencari kecurangan itu wajar saja. Kami sudah mengantisipasi hal itu dengan pengamanan hasil rekap TPS berupa lembar C1 dan juga plano secara berjenjang. Kita sama-sama ikuti saja proses yang diberikan oleh regulasi sampai dengan penetapan KPU," kata Agus Maimun, Jumat (29/6/2018).

Yang jelas kedua paslon, dan partai pengusung juga sudah sama- sama berkomitmen agar melakukan pilkada secara damai. Tidak ada black campaign saat kampanye, juga tidak ada praktik politik uang.

"Saat ini seratus persen C1 dini hari sudah sampai di provinsi. Selain itu dari internal kami juga begitu coblosan selesai, Rabu malam seluruh saksi TPS juga sudah mengirimkan foto c1 dan plano yang mereka pegang ke data center. Jadi kami sangat rigid dalam mengawal suara kami," tegas Agus Maimun.

Sejauh ini, Agus Maimun juga mengatakan bahwa saat perhitungan di tingkat PPK juga tidak ada masalah. Bahkan mayoritas Khofifah Emil menang telak di sejumlah kawasan.

"Hanya di beberapa titik seperti Situbondo ada yang kalah, tapi mayoritas di PPK kita menang telak, kalau di tingkat TPS tentu bervariasi, tapi rata-rata kami tetap menang," katanya.

Ia mengakui bahwa ada di sejumlah kabupaten kota yang Khofifah Emil kalah tipis. Seperti di Blitar dan Kediri. Namun menurut Agus Maimun hal itu sudah terprediksi sejak awal.

"Kami sudah membaca sejak awal seperti Blitar dan kediri akan lemah. Namun sudah kita maksimalkan," ucap Agus Maimun.

Selain mengawal perhitungan di lapangan melakui saksi PPK, tim Khofifah Emil juga menyiapkan divisi khusus untuk melakukan real count. Sebuah posko di kawasan Progo disulap menjadi wallroom yang penuh dengan komputer dan operator.

Sejak tanggal 27 Juni 2018 lalu, tim yang beranggotakan 130 orang itu memantau perhitungan suara yang direkap dari saksi di 67.000 TPS di Jawa Timur.

Tim operator bisa tersambung langsung dengan saksi dan merekap sesuai dengan lembar c1 dan plano yang sudah dikirimkan.

Sampai malam lalu, lembar c1 data real count yang diterima tim IT divisi real count ini telah mencapai 70 persen. Ditargetkan, bisa rampung lebih cepat dibandingkan yang dilakukan KPU. Upaya ini juga sebagai upaya pengawalan suara untuk Khofifah Emil.

"Terus berjalan untuk rekap real count oleh tim IT. Kalaupun ada yang belum masuk, biasa terkendala masalah handphone yang belum semua saksi memiliki hp android," kata Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, M Roziqi.

Berikut video Gus Ipul terkait Pilgub Jatim:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved