Pilkada 2018

Di Tahanan Kejati Jatim, Bupati Jombang Non Aktif Nyoblos Pakai Topi dan Masker Hitam

Pria yang tersangkut dugaan suap pada jabatan Dinas Kesehatan ini mengenakan kaos merah muda, topi plus masker warna hitam.

Di Tahanan Kejati Jatim, Bupati Jombang Non Aktif Nyoblos Pakai Topi dan Masker Hitam
surya/sudarma adhi
Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko (kaos pink dan topi) usai nyoblos dan memasukkan surat suara ke kotak, di Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya di Kejati Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Proses pemilihan pilkada tak hanya dilakukan masyarakat, namun juga tahanan korupsi yang ada di Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya di Kejati Jatim.

Dari 20 tahanan korupsi, ada 17 tahanan yang punya hak pilih dan mencoblos, termasuk Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko.

Usai disediakan bilik suara di depan ruang tahanan, satu per satu tahanan mengambil surat suara, termasuk Nyono Suharli.

Namun berbeda dengan tahanan lain yang memakai baju tahanan, pria yang tersangkut dugaan suap pada jabatan Dinas Kesehatan ini hanya mengenakan kaos merah muda.

Dia berusaha menyembunyikan identitas, dengan memakai topi hitam bertulis ‘Titleist’ dan masker hitam.

Dia selalu menunduk ketika mengambil surat suara dan berada di belakang bilik suara.

Saat beberapa jurnalis menanyakan proses coblosan itu, Nyono hanya diam sembari memasukkan surat suara ke kotaknya, dan bergegas masuk ke ruang tahanan.

“Nyono memang tak memakai baju tahanan karena dia titipan dari KPK,” jelas Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpaung kepada wartawan, Rabu (27/6/2018).

Meski tak memakai baju tahanan, namun Nyono tetap memiliki hak suara pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Sedangkan untuk pilkada di Jombang, dia tak punya hak suara, meski dia menjadi calon bupati Jombang periode 2018-2023.

Halaman
12
Penulis: Sudharma Adi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved