Berita Surabaya

Risma Ngeluh Surabaya Butuh Banyak ASN, Tapi Pemerintah Pusat Belum Buka Lowongan CPNS

Risma mengungkapkan kebutuhan ASN hingga saat ini belum bisa terpenuhi, lantaran Kemendagri belum menyelenggarakan seleksi CPNS.

Risma Ngeluh Surabaya Butuh Banyak ASN, Tapi Pemerintah Pusat Belum Buka Lowongan CPNS
surya/pipit maulidiya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya sedang membutuhkan banyak tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengaku sudah mengajukan kebutuhan Kota Surabaya.

Namun, Risma mengungkapkan hingga saat ini belum bisa terpenuhi, lantaran pemerintah pusat atau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum menyelenggarakan seleksi CPNS.

"Tak tahu kapan, tergantung sana (pusat). Kalau pusat tidak buka ya tidak bisa. Sebetulnya kebutuhannya mendesak, makanya saya sampaikan tolong dibantu, karena kami kurang. Terutama guru SD dan kelurahan," terang Risma, Senin (25/6) usai menghadiri acara sumpah janji pegawai, di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya.

Risma menceritakan selama ini di kelurahan misalnya, saat dia mengambil kasi kelurahan maka dinasnya teriak-teriak kurang. Setiap tahun, sebanyak 400 sampai 600 orang guru pensiun, sehingga makin lama makin habis.

"Saya masuk ada 21.000 ASN. Sekarang tak sampai 14.000 ASN," keluhnya.

Karena kekurangan pegawai, Risma pun melakukan marger kepala sekolah di SD. Misalnya komplek SD Rangkah dulu ada tiga atau empat sekolah, sekarang kepala sekolahnya dijadikan satu.

Meski hal itu cukup berat karena di satu sekolah saja sudah memiliki banyak murid.

Selain sekolah, Risma pun mengajukan marger di kelurahan Perak Timur. Menurutnya di daerah itu penduduknya sedikit dan sebagian besar wilayahnya adalah milik PT Pelindo.

"Jadi lumayan, nanti ada lurah, kasinya 3, sekel 1. Itu saja kasi-kasi masih banyak yang kurang di kelurahan, nanti kalau saya ambil ngamuk dinasnya," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved