Penangkapan Terduga Teroris

Ini Aksi Teror yang Akan Dilakukan Terduga Teroris Asal Lamongan yang Ditangkap Densus 88 di Depok

Ini aksi teror yang akan dilakukan terduga teroris asal Lamongan yang ditangkap Densus 88 di Depok

Ini Aksi Teror yang Akan Dilakukan Terduga Teroris Asal Lamongan yang Ditangkap Densus 88 di Depok
surya/hayu yudha prabowo
Ilustrasi anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri 

SURYA.co.id | DEPOK - MM (38), terduga teroris asal Lamongan, Jawa Timur yang ditangkap Densus) Antiteror 88 Mabes Polri di Depok, punya tujuan dan rencana yang sama dengan dua terduga teroris lain yang sebelumnya ditembak mati di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Sabtu (23/6/2018) pagi.

Mereka akan melakukan aksi teror saat pelaksanaam Pilkada Jabar 2018, pada 27 Juni nanti.

“MM ini adalah mantan deportan. Ia tergabung dalam kelompok JAD Bogor. MM memiliki niat dan motivasi untuk memberikan hadiah Pilkada Jabar 2018 dengan menunjukan pergerakan yang intensif ke arah persiapan amaliyah bersama kelompok lainnya,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal.

Saat MM diamankan Tim Densus 88, kata Iqbal, turut pula disita barang bukti dari rumah kontrakannya yakni satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu telepon seluler.

“Terduga teroris dibawa dan diamankan oleh petugas dan akan dikembangkan,” katanya.

Rumah kontrakan di RT 06/RW 22, nomor 7A, Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok ternyata memiliki catatan kelam terkait kasus terorisme.

Pada tahun 2010 di tempat yang sama terpidana kasus terorisme di Sukoharjo Echo Ibrahim digerebek anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

“Sudah dua kali kasus terorisme terjadi di sini, saya juga sampai bingung,” kata Endang Suhendar.

Saat Ibrahim digerebek Densus 88, Endang yang sudah menjabat RT pun tidak menyangka jika Ibrahim merupakan terduga teroris.

Sebab selama 7 tahun Ibrahim tinggal di kontrakan, ia berbaur dengan baik dengan tetangga sekitar.

“Tidak ada yang dicurigakan saat Ibrahim tinggal di sini, baik juga orangnya,” ujar Endang.

Sedangkan saat terduga teroris MM diamankan, Endang mengaku sudah tidak kaget.
Sebab sebelum penggerebekan dirinya sudah diminta Densus 88 mengintai pergerakan MM.

“Dari sebelum MM tinggal di sini saya sudah dikasih tau sama Densus dan diminta tolong,” ujar Endang. (tribun network/bum/yan/wly)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved