Berita Trenggalek

Ganti Tradisi Balon Terbang, Pemkab Trenggalek Berencana Buat Festival

Festival ini diharapkan menjadi solusi antara tradisi menaikkan doa dengan balon, namun tetap memperhatikan keamanan.

Ganti Tradisi Balon Terbang, Pemkab Trenggalek Berencana Buat Festival
surya/david yohanes
Polisi Trenggalek menyita balon yang belum sempat diterbangkan. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Menerbangkan balon sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Trenggalek, saat Hari Raya Idul Fitri hingga Kupatan.

Sebagai sebuah tradisi turun temurun, balon udara tanpa awak ini mempunyai filosofi bagi masyarakat.

Menurut Plt Bupati Trenggalek, Nur Arifin, balon terbang adalah simbol doa masyakarat. Dengan menaikkan balon ke angkasa, harapannya doa mereka dikabulkan Tuhan.

"Ini simbol doa yang dinaikkan kepada Tuhan," ucap Arifin, saat acara kupatan di Desa/Kecamatan Durenan, Jumat (22/6/2018).

Karena terbangnya tidak terkendali dan dianggap membahayakan, makanya kini balon terbang dilarang. Sebagai solusi, Pemkab Trenggalek akan membuat festival balon terbang.

Festival ini diharapkan menjadi solusi antara tradisi menaikkan doa dengan balon, namun tetap memperhatikan keamanan.

"Rencananya tahun depan kita buat festival dan dipelopori oleh Kecamatan Durenan," terang Arifin.

Sebelumnya, Polres Trenggalek dan Pemkab Trenggalek telah melakukan sosialisasi larangan menerbangkan balon tradisional ini.

Kedua instansi ini dibantu TNI juga melakukan patroli untuk mencegah masyarakat yang nekat melanggar larangan ini.

Hasilnya, dalam patroi serentak yang dilaksanakan pada Kamis (21/6/2018), ada sekitar 30 balon yang disita.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved