Berita Surabaya

13 ASN Pemkot Surabaya Diketahui Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, begini Sanksinya

Hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya kemarin, Kamis (21/6) ternyata banyak yang bolos.

13 ASN Pemkot Surabaya Diketahui Bolos di Hari Pertama Masuk Kerja, begini Sanksinya
Kepala BKD Kota Surabaya Mia Santi Dewi

SURYA.co.id | SURABAYA - Hari pertama masuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya kemarin, Kamis (21/6) ternyata banyak yang bolos.

Tercatat 13 ASN bolos kerja, ada yang bolos sebelum libur lebaran dan hari pertama masuk kerja.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Mia Shanti Dewi menjelaskan 13 nama ASN sudah diserahkan kepada inspektorat, untuk ditindaklanjuti.

"Setelah kita rekap, kita serahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti," katanya, Jumat (22/6/2018).

Dia menjelaskan ASN Pemkot Surabaya yang bolos sehari sebelum libur lebaran di antaranya dari Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial, Kecamatan Mulyorejo dan Puskesmas Dr Soetomo.

Beberapa ASN Pemkot Surabaya yang bolos pada hari pertama kerja, Kamis (21/6/2018) berasal dari beberapa dinas, di antaranya Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Dinas Pariwisata, Kelurahan Tambaksari, Dinas Sosial, dan Kecamatan Bulak.

Saat dikonfirmasi Kepala Inspektorat Kota Surabaya Sigit Sugiharsono mengatakan sedang melakukan kroscek daftar ASN yang bolos.

"Sudah kami kirim surat ke masing masing OPD di mana mereka bekerja. Kami tanyakan alasan 13 personil ASN bolos dengan tembusan ke Bu Wali," terang Sigit.

Surat yang dikirim tersebut lanjut Sigit bertujuan sebagai dasar sanksi yang akan diambil atas tindakan dugaan indisipliner ASN.

Sanksi akan dilakukan setelah ada surat balasan dari masing masing OPD ASN tempat bekerja. Baru inspektorat mengambil tindakan sesuai dengan tingkat kesalahan.

Sigit menegaskan Pemkot Surabaya sudah menyiapkan sanksi jika ASN sengaja bolos kerja tanpa alasan yang jelas. Mulai sanksi ringat, sedang, hingga sanksi berat.

"Sanksi diberikam sesuai PP 53 Tahun 2010. Sanksi terberat bisa dengan penundaan pangkat selama setahun," tambah Sigit.

Bolos sebelum libur lebaran dan hari pertama masuk kerja bisa ditoleransi, jika memang sakit sehingga tak bisa bekerja.

Ini harus dibuktikan dengan surat dokter, dan pihak pemkot akan melakukan klarifikasi dokter maupun instansi puskesmas atau rumah sakit yang mengeluarkan surat izin tersebut. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved