Pilkada 2018

Relawan Jokowi Patroli Kawal Khofifah-Emil, Antisipasi Serangan Fajar 

"Mendekati hari H coblosan, banyak kampanye miring dan serangan fajar, maka kita siapkan tim untuk melakukan patroli keliling Jawa Timur."

Relawan Jokowi Patroli Kawal Khofifah-Emil, Antisipasi Serangan Fajar 
surya/fatimatuz zahro
Ketua DPD Bara JP Jawa Timur Giyanto 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) mulai melakukan patroli untuk pengawalan suara dan pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak.

Ketua DPD Bara JP Jawa Timur Giyanto mengatakan bahwa memanfaatkan sisa kampanye sampai dengan proses coblosan dan pasca coblosan relawan Jokowi siap melakukan pengawalan.

"Mendekati hari H coblosan, banyak kampanye miring dan serangan fajar, maka kita siapkan tim untuk melakukan patroli keliling Jawa Timur, begitu ada kita hentikan kita laporkan," kata Giyanto, Kamis (21/6/2018).

Total ada sebanyak 60 ribu anggota relawan Jokowi yang standby mengawal Khofifah. Setidaknya ada separonya yang akan diturunkan untuk patroli menghentikan serangan fajar.

Mereka akan keliling kampung untuk benar mengawal jalannya Pilgub Jawa Timur.

Lebih lanjut Bara JP bersama Rumah Kreasi Indonesia Hebat juga akan siap melakukan pengawalan dengan menjad saksi dalam dan luar. Lebih banyak untuk menjadi saksi yang mobile.

"Kita yang penting memang untuk penguatan saksi. Kita training satu per satu supaya jangan ada yang kelolosan suara untuk Khofifah Emil, sampai mengawal kota suara ke KPU," imbuhnya.

Dukungan all out ini diberikan relawan Jokowi untuk Khofifah lantaran visi misi keduanya yang sesuai dengan visi Jokowi. Termasuk komitmennya untuk menyukseskan Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Di sisi lain, diakui Giyanto saat ini mulai banyak kampanye miring dan hoax. Seperti yang terbaru banyaknya meme Khofifah dan Habib Rizieq.

Dikatakan Giyanto gaya kampanye hitam, hoax, bukanlah proses demokrasi yang dianut relawan Jokowi.

"Kami terdidik untuk berpolitik santun, menyajikan kebenaran dan tidak menyebarkan berita hoax dan black campaign. Itu bukti bahwa ada yang tidak percaya diri," tegas Giyanto.

Untuk mengantisipasi kecurangan tersebut, pihaknya akn berupaya untuk menangkal dengan meyakinkan pemilih untuk menjadi pemilih yang cerdas.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved