Berita Surabaya

Pengemudi Aphard Tabrak Lari di Surabaya Belum Jadi Tersangka, ini Alasan Polisi

Polisi belum menetapkan Hartono Handoko, pengemudi mobil Toyota Alphard yang terlibat tabrak lari di Surabaya, sebagai tersangka. Ini dalih polisi.

Pengemudi Aphard Tabrak Lari di Surabaya Belum Jadi Tersangka, ini Alasan Polisi
surya/fatkhul alamy
Petugas saat membawa pengemudi mobil Toyota Alphard yang menabrak sejumlah kendaraan di Surabaya dan kabur hingga ke Gedangan, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sudah 1 bulan berlalu, Hartono Handoko, pengemudi mobil Toyota Alphard yang terlibat tabrak lari di Surabaya masih berstatus saksi. 

Pengemudi Alphard yang tinggal di Jl Kertajaya Surabaya itu sudah menjalani pemeriksaan tim penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya.

Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara menjelaskan dalam perkara ini belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi belum menemukan cukup bukti yang kuat untuk memutuskan siapa yang jadi tersangka.

Menurut Antara, penyidik menjadwalkan melakukan gelar perkara peristiwa tabrak lari ini.

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan, nanti penyidik akan memutuskan langkah lanjutan dalam penanganan perkara ini.

“Sebenarnya gelar perkara mau dilakukan sebelum Lebaran (2018), tapi belum bisa terlaksana. Rencananya gelar perkara baru dilakukan minggu depan,” sebut Antara menjawab Surya.co.id, Kamis (21/6/2018).

Setelah ada gelar perkara, lanjut Antara, nanti penyidik memutuskan apakah perkara ini dilanjutkan proses penyelidikannya atau dihentikan. Keterangan dari beberapa saksi terus dikumpulkan tim penyidik. Keterangan yang terkumpul nanti bakal dikonfirmasi ke Hartono dan istrinya yang ikut dalam mobil Alphard, Cenny Anastasia Sutejo.

Mantan Kanit Lantas Polsek Bubutan Surabaya ini menuturkan, penyidik sudah mengorek keterangan dari Hartono yang masih dalam masa penyembuhan setelah dirawat di RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo.

Di hadapan penyidik, Hartono mengaku memang sempat menyerempet motor yang di parkir di G-Work kawasan perumahan Citraland Surabaya, 31 Mei 2018 malam.

“Dia (Hartono) memberi keterangan setelah menyerempet, tidak ada apa-apa. Tapi begitu masuk Jl HR Muhammad, dia mengaku ada motor dan mobil yang mengejar,” ucap Antara.

Lantaran dikejar, lanjut Antara, pengemudi Alphard merasa ketakutan dan memacu mobinya lebih kencang ke arah timur. Hingga akhirnya sampai di depan Mako Pasmar 2 Gedangan Sidoarjo dan dihentikan paksa massa. Mobil Alphard warna hitam pun hancur dipukuli massa.

“Di jalanan, mobil Alphard sempat menabrak motor. Tapi kok sampai sekarang tidak ada laporan yang masuk,” cetus Antara.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved