Breaking News:

Persebaya Surabaya

Tolak Klub Lain Demi Persebaya, Inilah Kisah Mbah Mat Drai, Basori dan Sutrisno

Ketiganya selalu mendampingi Persebaya pada setiap kesempatan dan momen dalam kondisi apapun.

Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id
Sutrisno, Basori & Muhammad Madrai 

SURYA.co.id | Surabaya - BICARA soal loyalitas dan ikatan kuat bagi Bajul Ijo, tak hanya dimonopoli para pemain dan Bonek. Mereka yang mengabdi sebagai ofisial tim sekalipun juga menunjukkan itu. Dari sekian banyak sosok, terselip nama Mochamad Madrai, Basori dan Sutrisno. Ketiganya selalu mendampingi Persebaya pada setiap kesempatan dan momen dalam kondisi apapun.

Sutrisno misalnya yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun di Persebaya sebagai kitman turut merasakan jatuh bangunnya tim pujaan Bonek ini. Dia pernah mengalami ketidakjelasan gaji yang tertunggak. Hingga akhirnya terbayar tuntas ketika Azrul Ananda mengelola Persebaya per 7 Januari 2017.

"Banyak yang sudah saya rasakan bersama tim ini. Ketika Persebaya belum diakui, ada ajakan gabung ke tim lain. Tapi saya tetap bertahan.

Saya masih jadi kitman di tim ini dalam setiap turnamen yang diikuti, bahkan saya juga kitman di tim junior," beber Bodong, sapaan akrabnya.

Tawaran yang sama juga diterima Madrai. Mantan pemain yang banting stir sebagai masseur ini sempat mendapat tawaran dari klub yang menggunakan nama Persebaya, yakni Persebaya DU/ISL.

"Ya waktu kan ramai dualisme. Saya diajak gabung agar yang sana bisa dianggap Persebaya asli," kata pria yang sudah lebih dari empat dekade berkiprah bersama Persebaya ini.

"Waktu Persebaya ‘dimatikan’ saya merasa hancur, sedih. Saya sempat kepikiran, bagaimana nasib Persebaya nantinya. Saya juga sempat melarikan diri ke tim lain. Tapi tidak bisa lama, sebabhati nurani saya berteriak tidak puas," beber Mbah Mat Drai, demikian dia biasa disapa.

Kembali ke Persebaya, lanjutnya, situasi belum berubah. Tim asal Kota Pahlawan ini masih belum diakui oleh PSSI.

"Tapi saya tetap bersama Persebaya. Ada tawaran dari klub lain di ISL dan DU, tidak saya ambil. Hingga akhirnyaPersebaya kembali diakui dan saya lega karena diberi kesempatan untuk terus mengabdi bersama tim ini," tuntas Mbah Mat Drai.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved