Berita Surabaya

House of Sampoerna Dipadati Ratusan Pengunjung Selama Libur Lebaran 2018

House of Sampoerna mengalami kenaikan jumlah pengunjung saat libur lebaran. Tercatat, kenaikan jumlah pengunjung

House of Sampoerna Dipadati Ratusan Pengunjung Selama Libur Lebaran 2018
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardana
Pengunjung memadati museum House of Sampoerna, Selasa (19/6). Museum adalah tempat fovorit jujukan para wisatawan. 

SURYA.co.id | Surabaya - House of Sampoerna mengalami kenaikan jumlah pengunjung saat libur lebaran. Tercatat, kenaikan jumlah pengunjung saat libur lebaran mencapai 2 kali lipat atau sebanyak 900 orang tiap harinya.

"Kalau di hitung dari H+1 lebaran hingga saat ini Selasa (19/6), rata-rata pengunjung yang datang ke House of Sampoerna setiap harinya ada 900 orang.

Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang setiap harinya hanya dikunjungi 400 orang saja," ujar Rani Anggraini selaku Manager Museum dan Marketing House of Sampoerna.

Rani mengatakan, House of Sampoerna sendiri memiliki 3 tempat dan 1 fasilitas yang diminati para pengunjung dari Surabaya, luar kota maupun manca negara. Ketiga tempat itu adalah museum, Tanamera coffee, Cendera.mata, serta berkeliling di Surabaya menggunakan bis.

"Tempat favorit para pengunjung adalah mesuem kami. Kedua adalah program bis Heritage Track kami yang melayani pengunjung untuk berkililing ke Surabaya secara gratis," jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya program Heritage Track pengunjung yang berasal dari luar kota dapat belajar sejarah dan mengenal budaya yang ada di Surabaya Utara.

"Program Heritage Track hanya berlangsung di libur lebaran saja. Untuk Rutenya, berkeliling Surabaya bagian utara. Program ini kami buka pada pukul 10.00, 13.00, dan pukul 15.00 dari hari Selasa hingga Minggu.," kata Rani.

Rani mengungkapkan, saat libur lebaran sebagian wisatawan yang mengunjungi House of Sampoerna datang beramai-ramai dengan keluarga besarnya. Rani memprediksi puncak kelonjakan pengunjung akan terjadi di Sabtu dan Minggu mendatang.

"Puncak kelonjakan pengunjung setiap tahunnya berbeda-beda. Kalau dilihat dari trend sebelumnya kelonjakan pengunjung terjadi seminggu setelah lebaran,'' katanya.

Untuk Tanamera Coffee, Rani menjelaskan, cafe yang terletak di area House of Sampoerna itu menjual beraneka ragam jenis kopi yang berasal dari Indonesia. Makanan khas eropa maupun Indonesia pun tersedia di Tanamera Coffe.

"Kopi yang paling disukai pengunjung adalah kopi arabica Cold White. Rata-rata harga kopi mulai dari Rp 35 ribu. Kalau makanannya rata-rata Rp 70 ribu," jelasnya.

Sedangkan untuk Cendera.mata, adalah sebuah toko yang menyediakan produk UMKM warga Surabaya maupun binaan Sampoerna. Produk tersebut di antaranya, tas, sepatu, batik, dan replika kapal.

"Para wisatawan dari luar kota bisa membeli oleh-oleh khas Surabaya di Cenderamata," ucap Rani.

Sementara itu, salah satu pengunjung bernama Anisa Laksmintara asal Jakarta mengaku, alasan pemilihan House of Sampoerna sebagai jujukan destinasi wisata karena ingin mengingat masa kecilnya.

Selain itu, ia mengatakan House of Sampoerna tak hanya memiliki museum saja, namun juga menyediakan tempat nongkrong yang asyik untuk pengunjung.

"Saya datang ke House of Sampoerna untuk bernostalgia semasa kecil. Suasananya memorable," ungkapnya.

Wisatawan lain bernama Didit Ardyanto, mengatakan alasannya mengunjungi House of Sampoerna saat libur lebaran karena terdapat museum yang memiliki nilai edukasi.

Didit datang ke House of Sampoerna bersama keluarga besarnya. "Di dalam museum anak-anak bisa belajar tentang semangat pendiri Sampoerna. Dan saya berharap mereka menteladaninya," pungkasnya (Nen).

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved