Breaking News:

Berita Blitar

Rencana Panwaslu Blitar Copot Bando Bulan Bung Karno yang Ada Gambar Puti Dihadang Simpatisan Partai

Sempat terjadi perang mulut antara Panwaslu dan simpatisan. Kader PDIP tetap ngotot melarang Panwaslu melepas bando tersebut.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
surya/samsul hadi
Sejumlah kader dan simpatisan PDIP Kota Blitar berkumpul di lokasi pemasangan bando peringatan Bulan Bung Karno menunggu kedatangan Panwaslu, Selasa (12/6/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Rencana panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Blitar mencopot bando untuk memperingati Bulan Bung Karno di Jl A Yani, batal, Selasa (12/6/2018). Sebab, upaya Panwaslu mencopot bando itu mendapat perlawan dari kader PDIP Kota Blitar.

Pantauan di lokasi, Panwaslu bersama polisi dan Satpol PP sudah datang ke lokasi pemasangan bando. Petugas juga sudah membawa kendaraan untuk melepas bando yang ada gambar calon wakil gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno, di lokasi.

Tetapi, para kader PDIP Kota Blitar dan simpatisan sudah berkumpul di lokasi sebelum Panwaslu datang.

Kader dan simpatisan PDIP menghadang petugas Panwaslu yang hendak melepas bando untuk memperingati Bulan Bung Karno.

Sempat terjadi perang mulut antara petugas Panwaslu dan simpatisan. Kader dan simpatisan PDIP tetap ngotot melarang Panwaslu melepas bando tersebut.

Panwaslu dan kader PDIP kemudian berdialog di lokasi. Hasil dialog akhirnya disepakati Panwaslu batal melepas bando untuk memperingati Bulan Bung Karno yang ada gambar Cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno. Panwaslu akan melakukan negosiasi lagi dengan tim sukses pasangan calon itu.

"Sebenarnya urusan kami dengan tim sukses. Tapi ternyata bando ini dipasang oleh fraksi (PDIP Kota Blitar). Maka itu, kami akan melakukan negosiasi lagi dengan tim sukses," kata Ketua Panwaslu Kota Blitar, Mochlis Wibowo, di lokasi.

Muchlis mengatakan hasil pantauan Panwaslu, ada indikasi pelanggaran pemasangan bando untuk memperingati Bulan Bung Karno di Jl A Yani, Kota Blitar. Ada gambar salah satu calon wakil gubernur Jatim pada bando tersebut.

"Kebetulan gambar cawagub di bando itu salah satu cucu Bung Karno," ujar Mochlis.

Dikatakannya, Panwaslu mengira bando itu dipasang oleh tim sukses pasangan calon. Terapi, setelah dikonfirmasi di lokasi, ternyata bando itu dipasang oleh Fraksi PDIP Kota Blitar.

"Sebelum melakukan penertiban sebenarnya kami sudah komunikasi dengan KPU dan tim sukses," katanya.

Wakil Ketua Bidang Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat DPC PDIP Kota Blitar, Dedik Hendarwanto mengatakan bando itu dipasang oleh PDIP untuk memperingati Bulan Bung Karno.

Menurutnya, tidak ada tendensi kampanye dalam pemasangan bando itu.

Soal ada gambar cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno pada bando, itu memang keputusan kader PDIP Kota Blitar. Gambar cucu Bung Karno itu sebagai presentasi Bung Karno.

"Kami bukan tim sukses, kami dari fraksi PDIP. Pemasangan bando juga gagasan fraksi. Selain itu, tidak ada nomor urut dan ajakan memilih pada bando itu. Apapun yang terjadi kami akan mempertahankan bando ini," kata Dedik, yang juga anggota DPRD Kota Blitar itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved