berita surabaya

Kasus Dugaan Penipuan Sipoa Grup Segera Maju ke Persidangan

Kasus dugaan penipuan atas pembelian apartemen Sipoa Grup akan segera disidangkan seiring telah dilakukannya pelimpahan tahap kedua ke Kejati

Kasus Dugaan Penipuan Sipoa Grup Segera Maju ke Persidangan
SURYAOnline/Danendra Kusumawardana
Paguyuban Customer Sipoa (PCS) gelar aksi damai pendudukan massal tanah dan bangunan Sipoa yang diduga dari hasil kejahatan di Royal Avatar World, Waru, Sidoarjo, Sabtu, (2/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus dugaan penipuan atas pembelian apartemen Sipoa Grup akan segera disidangkan.

Saat ini, berkas-berkas penyidikan terhadap kasus Ini terkait dengan sudah adanya pelimpahan tahap kedua dari Ditreskrimum Polda Jatim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Jaksa Pidana Umum (Pidum) Kejati Jatim, Hari Basuki menguraikan, proses pelimpahan tahap kedua itu sudah dilakukan penyidik Subdit 2 Harta Benda dan Bangunan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Jatim ke Kejati Jatim pada Kamis (7/6/2018).

Pelimpahan tahap kedua itu berupa penyerahan tersangka dan barang bukti. “Iya, sudah dilimpahkan ke kejati,” ujarnya, Jumat (8/6/2018).

Jaksa yang juga ditunjuk sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kasus ini menuturkan, ada dua tersangka dari lima tersangka yang dilakukan tahap dua oleh penyidik ke jaksa.

Keduanya ditetapkan tersangka karena diduga melakukan penggelapan dan penipuan atas pembelian apartemen maupun bangunan rumah Sipoa Group.

Mereka adalah Budi Santoso yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Klemens Sukarno Candra selaku Direktur Utama Sipoa Group. “Ada dua tersangka yang diakukan tahap dua," terangnya.

Dijelaskan, kejaksaan juga melakukan penahanan terhadap dua tersangka ini. Namun, karena keberadaan para tersangka ini masih dibutuhkan oleh penyidik Polda Jatim dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), maka keduanya masih berada di tahanan sementara Mapolda Jatim.

Adapun mengenai nama Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah yang sempat tercatut namanya dalam iklan pihak pengembang, menurut Hari Basuki, nama itu tak ada dalam BAP. “Hanya lima tersangka itu saja, di antaranya Direktur Utama dan Direktur Keuangan Sipoa Grup,” katanya.

Untuk diketahui, kasus dugaan penggelapan dan penipuan Sipoa Group ini mencuat, setelah pengembang dianggap menipu dan ingkar janji dalam proses pembangunan maupun pengembalian uang pembelian apartemen dan rumah. Atas perkara ini ratusan orang dirugikan setelah menyetorkan uang kepada pengembang, dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved