Berita Entertainment

MUI Minta 5 Program TV Diberi Sanksi, Pesbuker Dapat Sorotan. Ini 7 'Dosa' yang Terungkap Sejak 2012

Selama bulan Ramadhan, MUI pantau tayangan televisi yang menampilkan program untuk Ramadhan. Namun, rupanya banyak pelanggaran dari program tersbeut.

MUI Minta 5 Program TV Diberi Sanksi, Pesbuker Dapat Sorotan. Ini 7 'Dosa' yang Terungkap Sejak 2012

SURYA.co.id - Selama bulan Ramadhan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memantau tayangan televisi yang menampilkan beberapa program untuk ramaikan Ramadhan.

Namun, dari pantaun tersebut, rupanya banyak program yang dinilai MUI tidak layak siar.

Hal tersebut dikarenakan, program itu dianggap tidak sesuai dengan semangat Ramadhan.

Baca: MUI Minta Program Ramadhan di Rumah Kuya Dihentikan, Uya Kuya Bela Diri: 3 Tahun Tak Ada Kekerasan

Baca: Sudah Dikecam MUI, Acara TV Saat Sahur Masih Peragakan Tarian Tak Senonoh yang Bikin Netizen Geram

Baca: Alasan MUI Minta Hentikan Tayangan Pesbukers Ramadan ANTV, Brownis Sahur, dan 3 Program Lain

Setidaknya ada lima program yang dinilai tidak layak siar oleh MUI untuk segera diberikan sanksi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Dilansir dari mui.co.id pada Rabu (6/6/2018), program tersebut meliputi, Rumah Kuya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV), Ngabuburit Happy (Trans TV), Sahurnya Pesbukers (ANTV), dan Pesbukers Ramadhan (ANTV).

Mengutip MUI, kelima program itu melampaui kepatutan dan kepantasan program Ramadhan.

Sanksi berat yang dimaksud adalah penghentian sementara tayangan-tayangan tersebut.

Rekomendasi itu merupakan hasil pantauan selama 10 hari pertama bulan Ramadhan yang dilakukan MUI dan KPI.

"Program berlabel Ramadhan (atau istilah lain terkait Ramadhan), masih banyak ditemukan yang isinya, gaya pembawaannya, dan pilihan waktu tampilannya, tidak sejalan dengan spirit Ramadhan," kata MUI dalam siaran pers tersebut.

"Terutama banyak terjadi pada program komedi, tayangan live, atau program konser musik, dan sinetron," lanjut MUI.

Halaman
1234
Editor: Akira Tandika
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved