Berita Surabaya

2.948 Orang Terjaring Operasi Pekat, Sujarwo Mengaku Ditangkap karena Tarik Parkir Tanpa Karcis

Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek jajaran menangkap ribuan penjahat dalam Operasi pekat Semeru 2018.

surya/fatkhul alami
Para pelaku tindak kejahatan diperlihatkan polisi dalam release di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (5/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek jajaran menangkap ribuan penjahat dalam Operasi pekat Semeru 2018.

Sebanyak 2.948 penjahat tersebut terjaring dalam operasi selama 10 hari, mulai 21 Mei hingga 1 Juni 2018.

Sebanyak 2.948 penjahat itu, merupakan hasil ungkap dari 2.944 kasus. Mulai kasus curat, curas, curanmor, narkoba, judi, prostitusi, pornografi, petasan, miras dan premanisme.

Dari 2.948 orang tersebut, sebanyak 2.615 orang dilakukan pembinaan dalam kasus premanisme, 218 orang dibina dalam kasus minuman beralkohol dan 21 orang dibina dalam perkara penjualan petasan.

Sisanya, dari 28 tersangka ditahan dalam kasus perjudian, 37 tersangka narkoba, 7 tersangka curanmor, 7 tersangka Curas, 8 tersangka curat, 6 tersangka prostitusi dan 1 tersangka kasus pornografi.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, Operasi Pekat Semeru 2018 ini dilaksanakan untuk memberantas penyakit-penyakit masyarakat yang biasa ada di tengah masyarakat. Terlebih, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi maraknya kejahatan jelang Idul Fitri 2018.

"Ada 2.854 orang kami bina karena terindikasi terlibat beberapa kasus. Ada yang miras, petasan dan premanisme. Paling banyak yang kami bina, yakni terlibat premanisme," kata Sudamiran, Selasa (5/6/2018).

Menurut Sudamiran, 94 orang yang terlibat kejahatan seperti curat, curas, curanmor, narkoba, judi, prostitusi dan pornografi.

"Sebanyak 94 orang sudah kami sidik dan kini sudah kami tahan," terang Sudamiran.

Sujarwo, salah satu pelaku yang terjaring dalam tindak premanisme mengaku, dirinya ditangkap lantaran melakukan tarikan ilegal parkir kendaraan di daerah Surabaya Selatan.

“Saya menarik kendaraan yang parkir di tepi jalan, saya tidak pakai karcis. Tiba-tiba ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Ini baru pertama kali saya ditangkap,” aku Sujarwo.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved