Selasa, 21 April 2026

Berita Madiun

Belasan Komputer yang Dicuri Dari 2 SD di Madiun Ternyata Masih Belum Pernah Dipakai

Sejumlah komputer yang dicuri dari 2 SD di Kota Madiun ternyata belum dipakai atau dimanfaatkan para siswa. Padahal sudah ada sejak 2017

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Mini PC di ruangan komputer di SDN 02 Pangongangan 2 Kota Madiun 

SURYA.co.id|MADIUN - Sejumlah komputer yang dicuri dari dua sekolah dasar di Kota Madiun ternyata belum sempat dipakai atau dimanfaatkan para siswa. Padahal, komputer ini sudah ada sejak 2017, lalu.

Ditemui pasca terjadinya pencurian, Sabtu (2/6/2018) sore, penjaga SD Ngegong bernama Haryono mengatakan komputer yang dicuri sama sekali belum pernah dipakai. Namun, ia mengaku tak tahu kenapa komputer tersebut tidak digunakan.

"Sudah pernah dicoba semuanya, bisa. Tapi siswa belum pernah pakai, guru pun tidak berani pakai,"kata Haryono.

Dia mengatakan, SDN Ngegong mendapatkan jatah 20 mini PC, namun tidak semuanya dirakit atau dipasang. "Sebagain masih di kardus," katanya.

Senada juga dikatakan, Guru SDN 02 Winongo, Agus Sujoko yang ditemui usai peristiwa pencurian
15 unit komputer di SDN 02 Winongo, Kota Madiun raib dicuri, pada Jumat (13/4/2018), dua bulan lalu.

Ia menuturkan, 15 komputer tersebut masih baru, dalam arti belum pernah digunakan. Selama ini hanya digunakan untuk pengenalan bentuk komputer saja, namun tidak dioperasikan.

"Belum pernah dipakai, ya hanya untuk pengenalan saja,"katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Heri Wasana, ketika dikonfirmasi, Senin (4/6/2018), mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya pemanfaatan komputer kepada masing-masing sekolah.

Ia menolak bila pengadaan komputer atau mini PC senilai sekitar 17 miliar pada 2017 untuk 56 SDN di Kota Madiun itu mubadzir.

"Bukan mubadzir, tetapi sudah kami arahkan untuk digunakan. Mohon maaf, jangan dikatakan mubadzir,"katanya.

Ketika ditanya, apakah alasan pihak sekolah tidak mau mengunakan komputer karena tidak sesuai dengan spesifikasi, Heri juga membantahnya.

"Kemarin dari BPK kan sudah ngecek tidak ada masalah sudah sesuai spek (spesifikasi). Apa yang kita pesan dengan barang yang ada sudah sesuai,"katanya.

Dia juga menolak apabila hilangnya sejumlah komputer tersebut dikaitkan dengan adanya upaya penghilangan barang bukti.

"Kau menghilangkan barang bukti pelakunya siapa. Ini sesuatu yang tidak masuk diakal,"jelasnya.

Untuk diketahui, Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun Kota menyelidiki dugaan penyimpangan pengadaan ribuan komputer di SD dan SMP Kota Madiun tahun anggaran 2016-2017.

Penyelidikan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi adanya dugaan penyimpangan pengadaannya di Dinas Pendidikan Kota Madiun.

Sementara itu, menanggapi banyaknya aksi pencurian di SD, di antaranya di SDN Pilangbango, SDN 02 Winongo,dan SD Ngegong, Heri Wasana meminta agar sekolah meningkatkan pengawasan dan keamanan.

"Beberapa wakru sudah kami kumpulkan (kepsek) dan kami ingatkan unruk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan diperketat. Peningkatan keamanan ruangan, penerangan, serta melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga keamanan sekolah,"katanya.

Dia mengatakan, kedepan Dinas Pendidikan Kota Madiun akan
mengupayakan tambahan tenaga penjaga dan juga tambahan CCTV. (rbp)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved