Breaking News:

Berita Lamongan

Relawan Cagub-Cawagub Lamongan Lapor ke Panwas Soal Dugaan Money Politic

Ketua Panwaslu Lamongan, Tony Wijaya, menyatakan laporan ini menjadi kewajibannya untuk menindaklanjuti.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
surya/hanif manshuri
Muslih (baju putih lengan panjang) saat menyerahkan laporannya ke Panwaskab Lamongan Jalan Sunan Drajat, Sabtu (2/6/2018) 

Ketiganya adalah, Ketua PPDI Lamongan, Hartono, Perangkat Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Adenan Kohar, dan Kepala Dusun Waru Kulon, Kecamatan Pucuk, Kholid Mawardi.

Dibeberkan, PPDI itu perangkat desa, dan termasuk ASN. Kenyataannya, ada perangkat desa yang melanggar aturan.

Dengan membagi-bagikan uang kepada ASN yang dikumpulkan itu, berarti sudah masuk katagori money politik.

Acara yang mengundang PPDI tingkat kecamatan, di Rumah Makan Aqila, juga ditengarahi terjadi pelanggaran larangan kampanye. Ada yel-yel, ada pidato-pidato, ada nyanyian yang isinya mengajak memilih nomor 2.

Diungkapkan Muslih, hasil kesepakatan dalam rapat KPU antar tim pemenangan kedua paslon gubenur dan KPU untuk tidak melakukan aktivitas kampanye dalam bentuk apapun pada saat libur nasional atau libur hari besar agama.

“Jumat kemarin kan hari libur, aturan Bawaslu dan KPU, bahwa di hari besar atau hari libur itu tidak boleh ada kampanye,” katanya.

Laporannya ke Panwaslu Lamongan sudah disertai dengan bukti .

“Bukti-bukti, foto dan vidio, serta uang Rp 20.000,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu Lamongan, Tony Wijaya, menyatakan laporan ini menjadi kewajibannya untuk menindaklanjuti. Pihaknya masih harus memintai keterangan beberapa pihak.

Sementara itu, Sekretaris Pemenangan Paslon nomor urut 2, Khoirul Huda, menyayangkan pelanggaran yang sudah dilakukan kubu lawan.

“Jadi itu yang kita sayangkan. Karena selama ini kita tim nomor 1 menjaga itu, bagaimana tim lain kok nggak menjaga itu,” katanya.

Ia berharap, dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilgub Jatim, semua tim sukses harus fair. Harus bermartabat, jangan dikotori dengan bagi-bagi duit yang melibatkan ASN.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved