Breaking News:

Berita Lamongan

Relawan Cagub-Cawagub Lamongan Lapor ke Panwas Soal Dugaan Money Politic

Ketua Panwaslu Lamongan, Tony Wijaya, menyatakan laporan ini menjadi kewajibannya untuk menindaklanjuti.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
surya/hanif manshuri
Muslih (baju putih lengan panjang) saat menyerahkan laporannya ke Panwaskab Lamongan Jalan Sunan Drajat, Sabtu (2/6/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tinggal 25 hari lagi.
Sentimen antar pendukung atau relawan dari masing masing pasangan calon semakin sensitif menyikapi segala dugaan dan laporan yang masuk dan dianggap melanggar.

Seperti yang ada di Lamongan. Dari acara buka bersama yang diadakan pasangan Calon Gubernur (Cagub), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), di Rumah Makan Aqila, Kabupaten Lamongan, pada Jumat, (1/6/2018) menuai protes lantaran adanya dugaan money politik.

Karena itulah, salah satu relawan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, nomor urut 1 berani melaporkan dugaan money politic ke Panwaslu Kabupaten Lamongan, Sabtu (2/6/2018) siang.

Muslih, relawan tersebut, menuding adanya bagi-bagi uang terhadap perangkat yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang dihadirkan di acara buka bersama.

“Di situ ada bagi-bagi uang," ungkap Muslih.

Apa yang diungkapkan Muslih itu didasarkan adanya bukti rekaman video. Yang terekam di video itu uang Rp 20 ribu.

Hanya Muslih belum tahu pasti per orang mendapat berapa rupiah.Tapi yang jelas terekam itu pecahan uang Rp 20 ribu.

Muslih menilai itu diduga sebagai bentuk pelanggaran yang dilakukan Calon Gubernur Saifullah Yusuf di Rumah Makan Aqila, Kabupaten Lamongan, pada Jumat, (1/6/2018) kemarin.

“Yang saya laporkan ada dua, calon sama yang menerima,” katanya.

Selain melaporkan Gus Ipul, Muslih juga melaporkan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima uang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved