Berita Surabaya
Fashion Ramadhan, Angkat Ciri Khas Cahaya dan Kesucian
Fashion busana muslim bertema Ramadhan Runway menyuguhkan tampilan terbaik beberapa desainer Surabaya
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | SURABAYA - Fashion busana muslim bertema Ramadhan Runway menyuguhkan tampilan terbaik beberapa desainer Surabaya. Dengan momen Ramadhan, busana muslim yang ditampilkan punya ciri khas nuansa cahaya dan kesucian.
Satu jenis fashion yang punya nama tema unik adalah rancangan desainer Lia Afif. Mengangkat nama Razzle-dazzled Rajjita, Lia ingin mengungkapkan nuansa cahaya pada busana yang dibuatnya. Adapun tema ini adalah gabungan dari bahasa Inggris (Razzle-dazzled) yang merupakan ungkapan untuk menunjukkan sesuatu bercahaya.
“Sedangkan Rajjita berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti penuh warna. Dengan begitu, ini bermakna warna yang sangat menarik karena keindahannya di bawah sorot cahaya,” tutur Lia Afif usai fashion show di TP 6, Sabtu (2/6/2018).
Dalam busana muslim ini, dia menggabungkan motif dari batik Pekalongan yang lebih banyak abstrak, dengan warna-warna yang sedap dipandang, seperti biru, tosca, kuning kunyit dan abu-abu.
“Warna-warna ini terlihat enak dipandang mata. Warna ini cocok dipadu dengan corak motif batik yang abstrak dan punya warna cerah,” terangnya.
Adapun bahan yang dipakai adalah cerutti, tile, lace, dan taveta. Bahan kain yang dipakai ini ringan saat digunakan, dan sangat sesuai dengan warna-warna busana yang juga ringan dilihat. Untuk menambah kesan makin bercahaya, maka ada aksen rangkaian mata-mata pada bagian perut.
“Busana ini sangat sesuai dipakai remaja hingga ibu-ibu berusia 40 tahunan. Busana ini cocok untuk kegiatan casual dan formal,” tandasnya.
Hampir senada dengan desain milik Lia Afif, busana yang mengangkat keberkahan dan kesucian Ramadhan juga ditampilkan desainer Dwi Adi Kusuma. Desainer yang punya butik di Jl Manyar ini mengangkat tema Le Blanc. Tema ini berarti putih, yang melambangkan kesucian dan kebersihan sejalan momen Lebaran sebagai makna diri kembali fitri.
“Dengan tema ini, maka busana muslim yang saya tampilkan berwarna putih,” katanya.
Dengan 8 busana yang ditampilkan, cutting yang dipakai adalah two pieces dan three pieces. Potongan ini makin terlihat sederhana tapi mewah, dengan bahan kain organza, sifon, lace dan satin silk yang ringan tapi tampak berkilau.
“Tampak makin berkilau ketika berada pada sorot cahaya,” ujarnya.
Supaya tak terkesan terlalu sederhana, maka dia memberi sentuhan bordir bunga, batu dan mutiara dengan warna abu-abu lembut. Sentuhan bordir ini menjadikan busana lebih elegan.
“Ini sangat cocok dipakai ibu-ibu berusia 30 tahun ke atas. Busana ini sangat sesuai untuk momen Lebaran, terutama silaturahmi pada kerabat,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/fashion-ramadhan_20180602_195326.jpg)