Abaikan Respon Negatif NATO, Inilah Kehebatan S-400 Rusia yang Bikin Turki Tertarik Memilikinya!

Rusia mengatakan sistem S-400 memiliki jangkauan 400 km (248 mil) dan dapat menembak hingga 80 target secara bersamaan

Abaikan Respon Negatif NATO, Inilah Kehebatan S-400 Rusia yang Bikin Turki Tertarik Memilikinya!
Dailymail.co.uk

SURYA.co.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa (03/04/2018), bahwa rencana negaranya untuk membeli sistem pertahanan rudal jarak jauh Rusia sudah mencapai kesepakatan.

Hal ini menyebabkan kekhawatiran dari beberapa negara sekutu NATO.

Dilansir dari BBC, Turki memiliki tentara terbesar kedua dalam aliansi NATO. Negara-negara aliansi merespon negatif terhadap keputusan turki tersebut, mengatakan sistem itu tidak kompatibel dengan peralatannya.

Baca: Australia Pernah Berencana Membom Jakarta Saat Ketegangan Timor Timur, Lihat Armada yang Disiapkan!

Baca: AS Ancam India & Turki Agar Tak Beli Sistem Pertahanan S-400 Rusia, Amerika Serikat Mulai Khawatir?

Baca: Inilah Beberapa Pesan Dalam Video Miliarder Dermawan Ali Banat Sebelum Meninggal Dunia

Turki telah membangun hubungan yang lebih dekat dengan Rusia setelah memburuknya hubungan dengan AS dan Eropa baru-baru ini.

Pemerintah Erdogan keberatan dengan dukungan militer AS untuk pemberontak YPG Suriah Kurdi, dalam pemberontak Kurdi di Turki.

Rusia mengatakan sistem S-400 memiliki jangkauan 400 km (248 mil) dan dapat menembak hingga 80 target secara bersamaan.

Rusia mengerahkan S-400 di pangkalan udaranya dekat Latakia di Suriah pada Desember 2015, setelah jet Turki menembak jatuh sebuah pesawat perang Su-24 Rusia di perbatasan Suriah-Turki.

Insiden itu menyebabkan keretakan diplomatik antara Rusia dan Turki, tetapi Presiden Erdogan kemudian dapat memperbaiki masalah tersebut dengan Presiden Vladimir Putin.

Erdogan muncul di konferensi pers bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (03/04/2018), yang menandakan hubungan yang semakin kuat antara Turki dan Rusia, seperti dilansir dari Dailymail.

Kesepakatan tersebut menjadikan Turki sebagai anggota pertama dari aliansi militer untuk memiliki sistem pertahanan udara paling maju Rusia, ditengah memburuknya hubungan Turki dengan Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya.

Halaman
123
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved