Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa UK Pameran Karya Mata Kuliah, Gandeng Pelaku UMKM Bikin Karya Layak Jual 

Mahasiswa program studi Desain Interior Universitas Kristen Petra menggelar pameran karya mata kuliah Creativepreneurship di Galaxy Exhibition Center.

Mahasiswa UK Pameran Karya Mata Kuliah, Gandeng Pelaku UMKM Bikin Karya Layak Jual 
surya/danendra kusumawardana
Sherenna Imanuele Finanta (kiri) dan Sherly Angelita memamerkan produk kolaborasinya debgan UMKM yakni lampu tidur yang terbuat dari rotan dengan pattern Mamalia dan Dream Catcher di Cre-Mart, Jumat (1/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Mahasiswa program studi Desain Interior Universitas Kristen Petra menggelar pameran karya mata kuliah Creativepreneurship di Galaxy Exhibition Center, Jumat (1/6/2018). Acara bertajuk Cre-Mart ini digelar hingga 3 Juni 2018.

Pameran Cre-Mart dibagi 31 kelompok. Mereka akan berkolaborasi dengan UMKM untuk membuat sebuah karya  layak jual.

Para mahasiswa memamerkan beberapa karya di antaranya dengan bentuk gantungan kunci, alat penerangan, tas, serta boneka rajut.

"Sebelumnya mahasiswa melakukan riset terlebih dahulu. Karena mata kuliah Creativepreneurship menggunakan metode Service Learning, jadi mereka wajib mengangkat produk-produk UMKM dan mengembangkan desainnya," ujar Ronald Sitinjak selaku dosen Progdi Desain Interior UK Petra.

Ia mengatakan, terjalinnya kerjasama antara mahasiswa dan UMKM akan berdampak positif untuk kedua belah pihak. "Pengrajin akan dapat ilmu tambahan dalam sisi pengembangan desain, sedangkan mahasiswa juga bisa belajar memasarkan produk tersebut melalui Creative Market (Cre-Mart)," terangnya.

Ia menambahkan, untuk dapat memamerkan karya kolaborasi dengan UMKM, para mahasiswa harus lebih dulu melakukan bimbingan. Nantinya, para dosen akan mengarahkan ide-ide mereka dalam membuat suatu karya dari UMKM. "Mereka dibimbing dulu, agar tidak asal-asalan. Kami juga memerikan masukan-masukan ide kepada mahasiswa," jelas Ronald.

Salah satu mahasiswa bernama Liong Jessica mengatakan, ia menggandeng UMKM daur ulang pipa untuk menciptakan desain baru. Karena menurutnya daur ulang pipa khususnya yang mengarah ke alat penerangan, masih beluk maksimal.

"Sebelumnya karya alat penerangan dari daur ulang pipa cahayanya masih kurang terpancar serta ukiran pipanya monoton," katanya.

Maka dari itu, Ia dan kelompoknya memiliki ide untuk mendesain ulang produk tersebut Dengan ukiran hewan dan tumbuhan yang menghiasi pipi. Ukiran tersebut juga berfungsi untuk memancarkan cahaya lebih jelas karena lubang dari efek ukiran yang besar.

"Sebelumnya mereka hanya mengukir bentuk bunga. Lubang dari ukiran tidak terlalu besar dan merata sehingga cahaya yang keluar dari pipa sayup-sayup,'' jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved