Berita Surabaya

Kumpul Dongen di CWS; Ajak Ratusan Yatim Piatu Melawan Nenek Sihir, Ajarkan Percaya Tuhan 

Si Nenek Sihir menyumbat sumber air desa mereka, membuat tanaman dan ternak desa mati, dan penduduk dibuat kelaparan.

Penulis: Delya Octovie | Editor: Parmin
surya/delya octovie
Gentong sang Pendongeng menceritakan kebengisan nenek sihir dalam acara Kumpul Dongeng di Ciputra World Surabaya, Kamis (31/5/2018). 

SURYA.co.id, SURABAYA – “Dengar dongeng, dengarkan cerita, hati pun sukacita! Hahaha... hihihi…” lagu yang dibawakan tiga wanita berkerudung dan satu di antaranya bermain ukulele ini, membuka acara Kumpul Dongeng yang diadakan oleh Mal Ciputra World Surabaya (CWS) dalam ‘Blissful Ramadan with Orphans’ di Atrium Oval Lt. LG, Kamis (31/5/2018).

Begitu lagu selesai, seorang pria bertubuh tambun, bertopi beret dan mengenakan kaus bertuliskan “Gentong Sang Pendongeng”, menunjukkan dirinya dibalik panggung dongeng.

Gentong membawa satu tokoh antagonis yakni Nenek Sihir, yang dikisahkan ingin mematahkan keyakinan penduduk sebuah desa pada Tuhannya.

Si Nenek Sihir menyumbat sumber air desa mereka, membuat tanaman dan ternak desa mati, dan penduduk dibuat kelaparan.

Gentong pun mengajak anak-anak berteriak melawan Nenek Sihir.

“Kami tidak akan mau menyembah kamu! Kami terbiasa lapar, kami terbiasa berpuasa! Allahuakbar!” teriak anak-anak yatim piatu yang berasal dari 25 panti asuhan di Surabaya tersebut.

“Memang ini tujuannya untuk mempertahankan ketauhidan anak-anak. Intinya, kepercayaan pada Tuhan itu harus dikuatkan, caranya adalah dengan berpuasa,” jelas Gentong ketika ditemui di balik panggung.

Ia ingin iman anak-anak tidak mudah goyah, sehingga jika ada seseorang yang menawarkan hal nikmat namun caranya haram, anak-anak bisa dengan tegas menolak.

“Kan di cerita ada Manjul, seorang santri yang berhasil melepas sumbatan dari mata air tersebut, karena ia yakin Tuhan pasti membantu,” ujarnya.

Berbagi bersama anak yatim piatu telah menjadi agenda tahunan CWS.

Kali ini, CWS menggandeng komunitas dongeng dengan harapan anak-anak bisa terhibur sekaligus mendapat pelajaran berharga.

“Kami ingin anak-anak juga senang dengan adanya dongeng ini. Mungkin juga mereka jarang menonton aksi dongeng seperti Pak Gentong ini,” kata Yuvit Shafa, koordinator event .

Selain dongeng, anak-anak juga disuguhi penampilan tari saman, fashion show Rumah Dannis Collection, games, hingga buka bersama.  

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved