Ramadhan 2018

Serunya Ngabuburit Sambil Foto-foto di Jembatan Apung Berlatar Belakang Gunung Penanggungan

Jembatan apung dari kayu mahoni di Krembung Sidoarjo menjadi salah satu lokasi favorit bagi warga yang ingin ngabuburit sambil foto-foto.

Serunya Ngabuburit Sambil Foto-foto di Jembatan Apung Berlatar Belakang Gunung Penanggungan - jembatan-kayu-di-krembung-sidoarjo_20180530_185732.jpg
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Jembatan kayu sepanjang 170 meter di Krembung Sidoarjo yang menjadi lokasi favorit warga untuk ngabuburit.
Serunya Ngabuburit Sambil Foto-foto di Jembatan Apung Berlatar Belakang Gunung Penanggungan - ngabuburit-di-jembatan-kayu-krembung-sidoarjo_20180530_185837.jpg
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Dua remaja berfoto bareng di jembatan kayu Krembung, Sidoarjo, yang berlatar belakang gunung Penanggungan.

SURYA.co.id | SIDOARJO - Jembatan apung dari kayu sepanjang 170 meter di Krembung, Sidoarjo, menjadi lokasi ngabuburit baru yang sedang hits pada Ramadan tahun ini.

Jembatan baru ini menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto. Yakni Desa Tambak Rejo, Kecamatan Krembung, Sidoarjo dengan Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Kayu yang dipakai untuk membangun jembatan itu adalah kayu Mahoni. Tidak seperti jembatan pada umumnya yang ditopang dengan tiang, jembatan ini dibuat mengapung dengan bagian bawahnya diberi drum.

Terhitung ada 180 drum yang dipasang di bagian bawah sepanjang jembatan tersebut. "Jembatannya unik, dan yang menarik adalah pemandangannya yang bagus," kata Wibowo, warga Sidoarjo Kota saat datang ke sana.

Bersama beberapa rekannya, pemuda ini mengaku pertama tahu keberadaan jembatan ini dari Instagram. Foto jembatan kayu dengan background gunung membuatnya penasaran dan memutuskan datang ke sana.

"Tidak sia-sia jauh-jauh ke sini. Memang benar-benar bagus. Foto jembatan, kemudian background-nya ada gunung Penanggungan. Luar biasa, Waw," sebut pria penggemar fotografi tersebut.

Hal serupa disampaikan Fenti, cewek 17 tahun yang juga sedang ngabuburit di sana. Dia mengaku penasaran setelah melihat gambar jembatan ini dari Facebook dan Instagram.

"Suasananya juga sejuk dan nyaman. Cocok untuk ngabuburit," sambung perempuan berjilbab tersebut di sela kesibukannya berswafoto bareng teman-temannya.

Jembatan ini dibangun oleh pihak swasta dengan dana sekitar Rp 250 juta. Karenanya, warga yang hendak melintas di sana pun dikenakan tarif. Rp 4.000 sekali melintas.

"Jembatan ini baru dibuka sejak 12 hari lalu. Jalur alternatif ini kami buka 24 jam penuh," Wasjid, pria 45 tahun yang menjadi pengelola jembatan apung tersebut.

Meski ada tarif yang ditentukan, Wasjid menyebut bahwa khusus untuk warga yang tidak mampu, gratis. Mereka boleh melintas kapanpun yang dibutuhkan.

Diceritakannya, jembatan apung tersebut sempat putus saat arus sungai deras ketika musim penghujan beberapa waktu lalu. Kemudian itu dijadikan pengalaman baginya untuk membuat jembatan dengan sistem bongkar pasang.

"Dulu sempat putus jembatan ini, beruntung tidak ada korban jiwa. Makanya kami buat bongkar pasang, agar lebih aman," ucapnya.

Dengan adanya jembatan apung yang dikelola perorangan tersebut, warga sekitar juga mengaku sangat terbantu. Mereka lebih mudah ketika hendak ke Mojokerto maupun sebaliknya.

"Dulu kalau mau nyebrang memakai perahu. Atau kalau lewat darat harus berputar melintasi Jembatan Porong atau jembatan di sisi Barat Krembung, sangat jauh. Tapi sekarang dengan adanya jembatan ini jelas lebih mudah," jawab Satomar, warga setempat.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved