Sabtu, 18 April 2026

Liga Indonesia

Menang Telak dari PS Tira, Berkat Rotasi Pemain Ala Aji Santoso

Kemenangan tersebut tidak lepas dari suksesnya rotasi pemain yang dilakukan pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Titis Jati Permata
surya/sugiharto
Fahmi Al-Ayyubi merayakan gol yang dicetaknya ke gawang PS TIRA di menit 67 

SURYA.co.id | LAMONGANPersela Lamongan tampil memukau di pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2018 kala menjamu PS Tira, Senin (28/5/2018) malam di Stadion Surajaya Lamongan.

Wallace Costa dan kawan kawan mampu mengandaskan perlawanan tim tamu berjuluk The Army itu dengan skor 4-1.

Empat gol skuat Laskar Joko Tingkir masing-masing dicetak Loris Arnaud menit 29 dan 45+1, Fahmi Al-Ayyubi menit 67, dan Shohei Matsunaga menit 73.
Sementara gol dari PS Tira diciptakan Andy Setyo di menit 24.

Kemenangan tersebut tidak lepas dari suksesnya rotasi pemain yang dilakukan pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso.

Setelah kecolongan dengan terjadinya gol dari tim tamu, PS Tira di menit ke-24, tampak Aji Santoso langsung merotasi pemain dengan menarik keluar Guntur Triaji digantikan Fahmi Al-Ayyubi di menit 35.

Ia juga memasukkan Birrul Walidain menggantikan Eky Taufik menit 44.

Masuknya dua pemain baru menjadikan permainan Persela Lamongan lebih agresif.

Bahkan dua menit setelah masuk, Birrul Walidain menciptakan satu assist dari terjadinya gol kedua Loris Arnaud.

Birrul juga tampak beberapa kali bisa memotong serangan yang dibangun pemain PS Tira.

Begitu juga dengan Fahmi Al-Ayyubi, pergerakannya di sisi kanan pertahanan PS Tira sangat merepotkan, bahkan dia pun juga bisa menciptakan gol ketiga Laskar Joko Tingkir.

“Memang saya menarik Guntur karena sedikit kurang berkembang, saya memasang Fahmi Al-Ayyubi karena saya memprediksi dia akan fight karena dia kan mantan pemain TNI dan mungkin ingin menunjukkan diri,” ungkap Aji Santoso usai laga, Senin (28/5/2018) malam di Stadion Surajaya Lamongan.

Meskipun ditarik keluar, penampilan Guntur di pertandingan tersebut menurutnya tidak terlalu buruk, namun ia menginginkan pemain dengan tingkat agresitivitas yang tinggi.

“Sebenarnya dia (Guntur, red) tidak terlalu buruk, cuma saya kepingin, setelah tertinggal kita lebih agresif, sehingga kita memasukkan pemain yang lebih segar, apalagi Fahmi di pertandingan melawan Barito juga tidak main, sehingga kondisi dia pasti fit, makanya setelah dia masuk diterminasi permainan kita lebih tinggi,” tambah pelatih berumur 48 tahun tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved