Pilkada 2018

PDI Perjuangan Perkuat Suara Puti Guntur dalam Momentum Juni Bulan Bung Karno

PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh jajaran anggota DPRD dan DPR RI dari partainya untuk memperluas dukungan bagi Gus Ipul-Puti

PDI Perjuangan Perkuat Suara Puti Guntur dalam Momentum Juni Bulan Bung Karno
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
PDI Perjuangan melakukan rapat konsolidasi pemenangan untuk Calon Gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno. 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPP PDI Perjuangan (PDIP) menginstruksikan seluruh jajaran anggota DPRD dan DPR RI dari partainya untuk memperluas arus dukungan bagi Calon Gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno.

Instruksi itu disampaikan DPP PDIP, Senin (28/5/2018), dengan mengambil momentum “Juni Bulan Bung Karno” yang setiap tahun diperingati PDIP.

“Anggota legislatif PDI Perjuangan memiliki basis konstituen jelas, yang dirawat bertahun-tahun. Harus dipastikan, bahwa semua konstituennya memilih Gus Ipul-Mbak Puti,” kata Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDIP.

Hadir pada acara yang berlangsung di Kantor DPD PDIP Jawa Timur ini, seluruh anggota DPRD kota/kabupaten, DPRD Provinsi, dan DPR RI.

“Mbak Puti adalah cucu langsung Bung Karno, sekaligus mewarisi ajaran-ajaran ideologis dari kakeknya,” kata Ahmad Basarah, Wakil Sekjen DPP PDIP di forum tersebut.

Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul dan Mbak Puti untuk Internal PDIP itu menegaskan, Jawa Timur adalah tempat bersejarah bagi Bung Karno. Di provinsi ini, Bung Karno lahir sebagai arek Suroboyo, di Jalan Pandean Peneleh Gang 4 nomor 40, Kota Surabaya.

Setelah dewasa, Bung Karno menjadi tokoh pergerakan, yang dimulai dari rumah indekos milik HOS Tjokroaminoto, Jalan Peneleh 7/29, Kota Surabaya.

Kemudian, Bung Karno meninggal dunia, dan dimakamkan di Kota Blitar. “Jawa Timur adalah tempat yang historis bagi Bung Karno. Dan, saat ini, Mbak Puti tengah berjuang memenangkan Pilkada Jawa Timur,” kata Basarah.

PDI Perjuangan, kata Hasto, mengambil tiga momentum penting, yang melatari penetapan Juni Bulan Bung Karno. “Pertama, 1 Juni yang diperingati Hari Lahir Pancasila. Kedua, 6 Juni sebagai hari kelahiran Bung Karno tahun 1901. Dan, 21 Juni 1970 sebagai hari wafatnya Bung Karno,” kata Hasto.

Ia meminta seluruh jajaran PDIP dan anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPR RI untuk aktif menggelar berbagai kegiatan, dengan melibatkan warga masyarakat.

“Terpenting lagi, kita promosikan habis-habisan Mbak Puti Guntur Soekarno sebagai calon pemimpin Jawa Timur, dengan mengambil momentum Juni Bulan Bung Karno,” kata Hasto.

Tahun 2018 ini, peringatan mengambil tema: Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Hasto mengatakan, PDIP menjadikan momentum ini untuk menyodorkan figur calon pemimpin Jawa Timur yang memiliki jiwa kerakyatan.

"Kami mengajukan calon pemimpin yang setia pada tugasnya. Pemimpin yang menempuh jalan kerakyatan, yang menyatukan harapan masyarakat. Pemimpin yang tidak membelah bangsa," kata Hasto.

Ia menyebut Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno sebagai pasangan pemimpin yang meneladani kepemimpinan para tokoh bangsa. “Kami akan gelorakan Gus Ipul-Mbak Puti untuk mencapai kemenangan maksimal di Pilkada Jawa Timur,” kata Hasto. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved