Citizen Reporter

Belajar dari Tawa Siswa SLB

“Mbak, besok ke sini lagi, kan?” tanya Fauki dengan mata memohon. Siswa SLB itu membuat perasaan mahasiswa KKN meleleh.

Belajar dari Tawa Siswa SLB
ist

Bagaimana puasa tahun ini? Lemas dan segan beraktivitas? Itu berbeda hal dengan siswa SLB Thumb Kids School yang berada di Jalan Mergelo, Kelurahan Surodinawan. Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Mereka tetap bersemangat.

Setelah menjalani ujian akhir sekolah, mereka salat sunnah Dhuha yang diimami Yahya, siswa SLB Thumb Kids School kelas XI. Yang lain mengikuti menjadi makmum dengan cara mereka.

Mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Malang mengambil program kerja di sekolah itu. Mereka membawa peralatan sedarhana seperti botol air kemasan yang dihias dengan kain flanel untuk permainan.

Nanti botol berhias itu ditata rapi lalu dilempar dengan bola setelah siswa berjalan dengan arah zig-zag. Mengajak bermain dan tertawa bersama. Justru gelak tawa mereka membuat mahasiswa KKN harus menyembunyikan air mata haru dan rasa malu karena kurang bersyukur.

Tiap murid di sekolah itu memiliki ciri tersendiri. Siswa bernama Tirta sedikit lebih sukar dikendalikan. Ia lebih suka menyendiri dan jika tak sesuai dengan kemauannya ia akan berteriak dengan keras.
Lain lagi dengan Fauki. Ia tergolong murid yang gampang diatur, lebih tenang daripada yang lain, juga ketika diajak ngomong, ia relatif lebih mudah menangkap.

Salah satu siswa dari delapan siswa yang bermain adalah Iqbal. Iqbal yang memakai kursi roda juga relatif “anteng”. Sesekali mahasiswa membantu mendorong kursinya untuk bermain.

Bernama Yahya, ia sering bercerita mengenai kereta api dan keinginannya menjadi youtubers. Ia mengatakan, sudah membuat akun channel Youtube dan memimta kami menontonnya.

Siswa perempuan bernama Nabila dan Kaila lebih malu-malu tak mau diajak bermain. Tidak apa-apa karena mereka juga ikut menyaksikan dengan gembira ketika teman-temannya bermain.

Berselang kurang lebih satu jam bermain bersama, siswa SLB Thumb Kids School meminta hadiah yang di awal dijanjikan. Begitu bungkusan kado dibagikan, raut muka mereka senang bukan kepalang, berjingkrak-jingkrak lalu mengambil tas dan memakai sepatu karena jam waktu sekolah telah usai.

“Mbak, besok ke sini lagi, kan?” tanya Fauki dengan mata memohon.

Tatapan matanya dan lambaian tangan siswa lain membuat semua mahasiswa KKN terharu. Bercengkrama dengan siswa-siswa istimewa seperti siswa SLB Thumb Kids School menyadarkan mahasiswa, ternyata dalam hidup memang banyak hal yang harus dipelajari.

Fithria Nur Rahmawati
Mahasiswa S1 Pendidikan IPA
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved