Berita Banyuwangi

Enam Tahun Berturut-Turut Banyuwangi Pertahankan Opini WTP Murni

Anas melanjutkan prestasi WTP ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Banyuwangi.

Enam Tahun Berturut-Turut Banyuwangi Pertahankan Opini WTP Murni
istimewa
Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas, menerima Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Pemkab Banyuwangi kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni atau penuh oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ‎ 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemkab Banyuwangi kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni atau penuh oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Predikat WTP ini berhasil dipertahankan Banyuwangi selama enam tahun berturut-turut.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan opini dari BPK ini memotivasi Banyuwangi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola APBD-nya.

“Capaian WTP ini meyakinkan kita semua, program pelayanan publik yang inovatif dan penuh terobosan yang dilakukan Banyuwangi selama ini, ternyata bisa sejalan dengan akuntabilitas keuangan,” kata Anas, Sabtu (26/5/2018).

Anas menuturkan dulu banyak yang khawatir pada sejumlah program baru yang bersifat inovatif, seperti Banyuwangi Festival, pelibatan banyak pihak dalam pengentasan kemiskinan, Smart Kampung, serta Mal Pelayanan Publik.

Misalnya Smart Kampung, pemda mewajibkan desa belanja teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan publik di level desa, padahal itu tidak ada aturan secara formal.

“Berkat kepatuhan dan ketelitian mengelola program itu sesuai kaidah akuntansi negara, ternyata memang semuanya oke pertanggungjawabannya,” ungkap Anas.

Anas melanjutkan prestasi WTP ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi Banyuwangi. Karena, auditor BPK akan menerapkan standar audit yang lebih tinggi kepada daerah yang berhasil mempertahankan berulang-ulang.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Banyuwangi, Samsuddin, menambahkan penilaian WTP Murni yang diraih Banyuwangi salah satunya karena Banyuwangi dinilai menerapkan pengendalian internal yang bagus.

Dari tahun ke tahun, tingkat penyimpangan atau kesalahan yang material terus menurun. Ini menghasilkan pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien.

“Banyuwangi menerapkan sistem aplikasi keuangan yang terintegrasi dan saling terkontrol. Mulai mekanisme pencairan, penerimaan daerah hingga pelaporan. Penggunaan sistem akrual sejak 2014 oleh Banyuwangi juga menghadirkan pelaporan yang akuntabel, transparan, serta tepat waktu,” imbuh Samsudin.

Laporan WTP tersebut diserahkan Plt Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur, Ayub Ismail kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada acara penyerahan hasil LPKD di Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/5).

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota V BPK RI, Ismayatun.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved