Jumat, 17 April 2026

Berita Jombang

Masuk Daftar 200 Mubalig yang Dirilis Kementerian Agama, Ini Kata Kiai Cholil Dahlan dari Jombang

KH Cholil Dahlan, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang, termasuk dalam daftar 200 mubalig Kementerian Agama

Penulis: Sutono | Editor: Titis Jati Permata
surya/sutono
KH Cholil Dahlan, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang 

SURYA.co.id | JOMBANG - KH Cholil Dahlan, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang, termasuk dalam daftar 200 mubalig atau penceramah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag).

KH Cholil yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang mengaku tidak tahu siapa atau lembaga mana yang merekomendasikan dirinya masuk dalam daftar.

Namun dia menanggapi biasa saja masuknya dia di daftar 200 mubalig oleh Kemenag.

"Saya diberi tahu teman, katanya nama saya ada di daftar 200 mubalig, lalu saya cek ternyata benar," tutur KH Cholil kepada SURYA.co.id, Rabu (23/5/2018).

Dia juga mengaku, rilis 200 mubalig itu sejauh ini tidak berpengaruh terhadap aktivitas dakwah dan ceramah yang dijalaninya.

"Selain tidak ada batasan hanya 200 orang itu yang boleh berceramah, juga karena biasanya massa atau jamaah itu punya selera sendiri-sendiri. Jadi sampai sekarang tidak berpengaruh," kata Kiai Cholil.

Baca: Jawaban Menohok Ustadz Abdul Somad Tak Masuk Daftar 200 Dai Kemenag RI Banjir Pujian

Baca: Terpidana Korupsi & Orang Meninggal Masuk 200 Daftar Mubalig Rekomended, Menag Minta Maaf

Baca: Sejumlah Ustaz Ingin Keluar Dari Daftar 200 Mubaligh Rujukan Kemenag, Ternyata Ini Alasannya!

Baca: Masih Diselimuti Duka, Aa Gym Berikan Komentar Tentang Daftar 200 Mubaligh, Saya Gundah

Lantas bagaimana dengan pro-kontra atas rilis 200 mubalig oleh Kemenag?

KH Cholil menyatakan, pro-kontra, atau polemik akan selalu ada.

Kiai Cholil sendiri berpandangan rilis tersebut sebenarnya bertujuan positif, guna memberi pencerahan kepada masyarakat tentang siapa saja mubalig yang berkompeten.

"Namun idealnya memang tidak 'ujuk-ujuk' dikeluarkan, melainkan melalui proses dari bawah. Misalnya, disosialisasikan, kemudian minta masukan ormas Islam. Juga harus jelas kriteria apa saja untuk masuk daftar," katanya.

Dikatakan, kriteria dimaksud harus konkret, agar masyarakat luas paham.

"Jangan misalnya hanya disebut kompeten dalam ilmu agama. Itu kan kurang jelas. Harus jelas kompeten dalam ilmu agama itu syaratnya apa saja," kata Kiai Cholil.

Kecuali itu, Kiai Cholil berharap jumlahnya dikembangkan.

"Bisa menjadi 1.000 orang misalnya. Nah untuk penambahan itulah, nanti perlua masukan dari bawah, dari ormas Islam, dari pesantren dan sebagainya," papar Kiai Cholil.

Dalam daftar 200 mubalig yang dirilis Kemenag RI, nama KH Cholil Dahlan berada di urutan nomor 57.

Susunan nama itu sendiri didasarkan kepada urutan huruf alfabet (abjad).

Selain KH Cholil Dahlan dari Pondok Pesantren Darul Ulum, ulama asal Jombang yang juga masuk daftar adalah KH Irfan Soleh.

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang ini tercantum di nomor 94.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved