Berita Bojonegoro

Cegah Makanan Kadaluarsa, Petugas Gabungan Sidak Pasar Tradisional di Bojonegoro

ada beberapa produk yang disampel. Seperti, krupuk, cincau, dawet, ayam, ikan dan beberapa jajanan lainnya.

Cegah Makanan Kadaluarsa, Petugas Gabungan Sidak Pasar Tradisional di Bojonegoro
istimewa
Saat petugas gabungan di Bojonegoro melakukan operasi pasar 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Petugas gabungan di Kabupaten Bojonegoro, yang terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), serta Kepolisian Resort Bojonegoro, melakukan operasi di pasar tradisional Kota, Kamis (24/5/2018), pagi.

Operasi dilakukan untuk mengatisipasi beredarnya makanan yang tidak layak konsumsi atau kadaluwarsa (Expired).

Dari operasi tersebut, petugas mengamankan beberapa sampel makanan yang dinilai tak layak untuk dikonsumsi dan akan diteliti kandungan zatnya.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Agus Hariyana, mengatakan ada beberapa produk yang disampel. Seperti, krupuk, cincau, dawet, ayam, ikan dan beberapa jajanan lainnya.

Beberapa produk tersebut diamankan, lantaran disinyalir terdapat bahan pengawet dan pewarna pakaian, khususnya makanan untuk berbuka puasa.

"Beberapa makanan kita amankan untuk diteliti tentang kandungan zatnya, karena warnanya sangat menyolok sekali," ujar Agus Hariyana.

Dia melanjutkan, apabila ada pedagang yang menjual jajanan mengandung zat yang membahayakan, maka sudah pasti akan ditindak oleh petugas.

Bisa juga akan dilakukan penyitaan seluruh makanan yang dijualnya, dan para pedagang diberi peringatan agar tidak menjual produk yang membahayakan pembeli atau konsumen.

"Pada prinsipnya kami tidak ingin ada konsumen yang dirugikan atas ulah pedagang, oleh karena itu kita operasi," tegas Agus.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Hernowo, menambahkan operasi pasar ini dilakukan sebagai bentuk wujud perlindungan masyarakat sebagai konsumen.

Masyarakat harus merasakan kepuasan saat belanja, menikmati setiap produk makanan yang dibelinya.

"Pemerintah hadir untuk masyarakat, salah satunya adalah menggelar operasi makanan. Selanjutnya kita akan menyasar pasar modern, supermarket dan sejenisnya," bebernya.

Hernowo menerangkan operasi semacam ini sudah pernah dilakukan sebelum memasuki Ramadan. Namun, karena pemerintah ingin menjamin kelayakan makanan bagi masyarakat saat puasa, maka dilakukanlah operasi produk.

"Kami tidak mau ada makanan mengandung bahan formalin, boraks, pewarna kain dan lainnya yang mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved