Berita Tulungagung

Bocah SD dan SMP Tulungagung akan Dinikahkan, Tapi Nanti Langsung Dipisahkan, Ini Tujuannya

Setelah menikah pertemuan keduanya akan dibatasi. Salah satunya untuk mencegah agar jangan sampai terjadi kehamilan lagi.

Bocah SD dan SMP Tulungagung akan Dinikahkan, Tapi Nanti Langsung Dipisahkan, Ini Tujuannya
Kolase TribunJatim.com
Ilustrasi bocah SD dan SMP pacaran. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) melaksanakan pendampingan terhadap Venus dan Koko, dua bocah SD dan SMP yang menjalin hubungan asamara hingga hamil.

Dari hasil assesmen ULT PSAI, Venus ternyata sudah berusai 16 tahun. Ia duduk di kelas IX dan baru saja menyelesaikan ujian sekolah.

Jika tidak ada masalah ini, Venus akan meneruskan sekolah ke jenjang SMA/SMK.

“Saya mau meluruskan, dia bukan kelas VIII SMP. Tapi sudah lulus dan akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya,” terang Koordinator Pekerja Sosial, Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT-PSAI), Sunarto, Kamis (24/5/2018).

Karena masalah ini, Venus untuk sementara akan fokus mengurusi persalinan dan anaknya kelak. Venus akan berhenti sekolah selama satu tahun. Sementara Koko yang masih berusia 13 tahun, duduk di kelas V SD.

Saat pekerja sosial ULT PSAI menyambanginya, Koko tengah les tambahan pelajaran dengan teman-temannya. Koko akan tetap melanjutkan sekolahnya. Masih menurut Sunarto, kemungkinan keduanya akan dinikahkan.

“Modin tempat Koko tinggal sudah melengkapi berkas, kemudian diserahkan ke Modin tempat Venus tinggal. Berkas keduanya kemudian dimasukkan ke Pengadilan Agama untuk permohonan dispensasi nikah,” tambah Sunarto.

Meski keduanya menikah, ULT PSAI akan terus memantau. Sunarto memaparkan, setelah menikah pertemuan keduanya akan dibatasi. Salah satunya untuk mencegah agar jangan sampai terjadi kehamilan lagi.

Selain itu, intensitas pertemuan yang terlalu sering juga bisa memicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Alasannya mental mereka belum siap untuk berumah tangga. Bahkan ada wacana keduanya akan dipisahkan terlebih dulu.

“Ada wacana Koko akan dibawa ayah kandungnya ke Trenggalek. Mungkin menunggu dia lulus (SD) dulu,” tutur Sunarto.

Lebih jauh Sunarto memuji sikap keluarga kedua pihak. Mereka bersikap proporsional dengan tidak menyalahkan anak.

Bahkan keluarga berusaha memberikan solusi terbaik, tanpa menambah beban anak-anak.

“Dan yang penting pihak keluarga perempuan tidak melaporkan kasus ini ke polisi. Penyelesaiannya pun dengan jalan kekeluargaan,” tandas Sunarto

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved