Berita Surabaya

Jelang Arus Mudik, Dishub Surabaya Terjunkan Puluhan Petugas, Cek Dokumen hingga Kelaikan Armada Bus

Tim Inspeksi Keselamatan Dishub Surabaya menurunkan puluhan petugas khusus untuk ramp Check ini.

surya/nuraini faiq
Sejumlah petugas Dishub Surabaya memeriksa armada bus di Terminal Purabaya jelang arus mudik Lebaran 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim Inspeksi Keselamatan Dishub Surabaya menurunkan puluhan petugas khusus untuk ramp Check ini. Secara acak bergantian, mereka mengecek dokumen uji kir dan mengetes semua peralatan berfungsi dengan baik.

Kepala UPT Terminal Surabaya Indra Gani didampingi Kasub Unit UPT Terminal Purabaya Harjo juga mengerahkan semua personilnya untuk mengecek dokumen kendaraan bus. Untuk ramp Check dilakukan tim dari UPT Uji Kendaraan Tandes.

Indra menuturkan bahwa pihaknya bersama Dishub Surabaya setiap hari hingga H-7 Lebaran besok terus mengecek Kelaikan bus. "Perintahnya tegas, tidak laik kami usir dari terminal Purabaya tak boleh mengangkut penumpang," kata Indra. 

 Penumpang Senang Petugas Cek Kelaikan Bus 

 Untuk beberapa saat, bus yang ada di Terminal Purabaya harus tertahan karena berproses. Tim harus memastikan semua bus laik jalan. Dibutuhkan waktu paling tidak 10 menit.

 Awalnya penumpang ngedumel karena jam keberangkatan mereka tertahan. Namun setelah diberi pengertian petugas, semua penumpang malah mendukung. 

 "Iya, saya senang kalau semua bus dicek Kelaikan jalan dan rem. Tapi kami minta bus tak perlu ngebut dan saling adu cepat," ucap Mutiani, salah satu penumpang Bus Malang.

 Tidak hanya ngebut yang ditakutkan penumpang. Namun kebanyakan penumpang juga mempertanyakan tarif dan tiket bus yang selalu naik hingga 50 persen saat arus mudik

Bahkan hingga balik mudik juga berlaku tarif sama. Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat menegaskan bahwa tidak akan berlaku kenaikan tarif tiket saat mudik. 

 "Semua bus ekonomi berlaku tarif batas atas. Tidak ada kenaikan. Saat ini rata-rata bus sudah mendekati tarif batas atas. Sama dengan Lebaran tahun lalu," kata Irvan. 

 Diperkirakan khusus untuk bus ekonomi akan menyesuaikan batas atas mereka. Diprediksi bus ekonomi kni akan naik tidak sampai Rp 2.000. 

 Khusus untuk Bus Patas diserahkan mekanisme dan hukum pasar. Akan berlaku kenaikan tarif.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved