Breaking News:

Berita Lamongan

Dikhawatirkan Melarikan Diri, Kejari Lamongan Langsung Tahan Oknum Guru Cabul

Pertimbangan paling utama adanya kekhawatiran pihak Kejari bahwa tersangka akan melarikan diri

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: irwan sy
surya/hanif manshuri
Guru cabul (tengah) diapit dua polisi Polres Lamongan saat hendak menuju Kantor Kejari jalan Veteran, Selasa (22/5/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Seorang oknum guru salah satu madrasah di Kecamatan Pucuk, Arif Budiman, langsung dijebloskan ke tahanan Lapas Lamongan, setelah kasus pencabulannya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Selasa (22/5/2018).

Kasi Pidana Umum Kejari Lamongan, Adhi Setyo Prabowo, langsung membuat keputusan menahan Arif Budiman dan langsung dibantar ke Lapas Kelas II B Lamongan di Jalan Soemargo.

Ditanya terkait keputusan Kajari yang menahan dirinya, Arif sama sekali tidak menjawab sepatah katapun. Sesekali tersenyum meski tetap bungkam tak mau menjawab pertanyaan wartawan.

Kini Arif tinggal menanti jalannya proses persidangan di Pengadilan Negeri jalan Veteran Lamongan. Sembari menyesuaikan selama di dalam Lapas menjadi titipan Kejari.

Sejak diperiksa dan menjadi tersangka oleh penyidik Polres Lamongan, tersangka belum pernah ditahan lantaran dinilai kooperatif.

Adhi mengatakan penahanan tersangka adalah kewenangan kejaksaan sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) dan ayat (4) KUHAP.

"Penahanan tersebut kami lakukan dengan beberapa pertimbangan," katanya.

Pertimbangan paling utama adanya kekhawatiran pihak Kejari bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana yang saat ini diperkarakan.

Selain itu keputusan menahan tersangka karena ancaman pidana terhadap pasal yang didakwakan di atas 5 tahun.

"Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara sehingga perkara ini dapat dilakukan penahanan," kata Adhi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved