Berita Tulungagung

Spesialis Jambret Perempuan di Tulungagung Terkapar Setelah 2 Kakinya Ditembak Polisi

Jambret di Tulungagung ditembak 2 kakinya oleh polisi. Sebelumnya, pria ini membakar ijazah-ijazah murid dari dalam tas guru yang dijambret

Spesialis Jambret Perempuan di Tulungagung Terkapar Setelah 2 Kakinya Ditembak Polisi
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Riyanto, jambret yang terkapar akibat tembakan polisi, dirawat di RS Bhayangakara Tulungagung, Senin (21/5/2018) 

“Saat kami tanyai sejumlah pertanyaan, dia terlihat gugup dan berusaha mengelak. Namun ketika kami paparkan bukti dan data yang sudah ada, dia tidak bisa mengelak,” tambah Mustijat.

Riyanto kemudian diminta menunjukkan salah satu lokasinya beraksi di Desa Plosokandang.

Namun saat itulah Riyanto berusaha melarikan diri. Polisi yang tidak mau pelaku lepas, kemudian menembaknya.

Riyanto sempat dibawa ke RS Bhayangkara Tulungagung untuk mendapatkan perawatan kedua kakinya yang ditembak.

Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Tulungagung, untuk menjalani proses hukum. Ia mengaku yang merampas tas milik Samrotin.

“Di dalam tas itu ada ijazah siswa TK yang sudah lulus dan akan dibagikan. Tapi sama pelaku ijazah itu sudah dibakar,” ungkap Mustijat.

Sejauh ini Riyanto diketahui beraksi seorang diri.

Dari data di Satreskrim Polres Tulungagung, Riyanto sudah beraksi di 10 lokasi berbeda.

Semua korbannya perempuan yang membawa tas saat naik motor.

Riyanto menunggu lengah calon korbannya, kemudian merampas yang dibawa korban.

Perempuan sengaja dipilih, karena Riyanto meyakini mereka tidak akan melawan atau berusaha mengejar.

Saat penggeledahan di tempat tinggalnya di Kelurahan Jepun, polisi menemukan sejumlah tas perempuan.

“Dari semua kejadian yang teridentifikasi, hanya dua yang membuat laporan resmi ke polisi. Lainnya korban enggan melapor,” tutur Mustijat.

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved