Pilkada 2018

Ingin Madin Jadi Benteng Pendidikan Jatim, Khofifah-Emil Komitmen Salurkan Bosda Madin

Ia meminta masyarakat Jawa Timur untuk lebih mendalami program Khofifah-Emil dan cerdas dalam memilih.

istimewa
Cawagub Jawa Timur nomor urut 1 Emil Elestianto Dardak saat memberikan pengarahan pada relawan dalam acara penutupan pembekalan saksi di Pacet, Mojokerto, Senin (21/5/2018) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Komitmen pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dalam meningkatkan kualitas pendidikan Jatim bukan hanya janji belaka.

Keduanya berkomitmen ingin memajukan kualitas pendidikan di Jawa Timur termasuk pendidikan di madrasah diniyah (madin).

Mereka berkomitmen untuk meneruskan penyaluran program Biaya Operasional Daerah (Bosda) madin di Jawa Timur.

"Sehingga bila dikatakan kami akan menghilangkan bosda madin itu adalah berita hoax. Karena kami sangat menginginkan pendidikan madin sebagai benteng pendidikan di Jawa Timur," tegas Emil, pada Surya usai memberikan pengarahan di Silaturahmi bersama Relawah Khofifah-Emil, Senin (21/5/2018).

Sebab dikatakan Emil saat ini banyak kabar yang membalikkan fakta bahwa Khofifah-Emil akan menghapus program Bosda Madin yang sudah berjalan namun masih belum menyeluruh tersebut.

Padahal, dalam program Nawa Bhakti Satya sudah dicantumkan bahwa salah satu visi misi utama pasangan Khofifah-Emil adalah penguatan madin.

Tak hanya melanjutkan bosda madin, namun juga bila perlu menambahnya agar kesejahteraan guru madin juga bisa meningkat.

"Masih dalam bidang pendidikan, Bu Khofifah dan saya juga komitmen untuk memberikan tunjangan pada hafidz-hafidzah, para penghafal Alquran. Juga pemberian beasiswa S2 untuk guru madin," katanya.

Sehingga, menurut Emil, salah jika masyarakat menganggap bahwa Khofifah-Emil akan menghapus program unggulan untuk pendidikan Jawa Timur.

Sebaliknya, Bupati Trenggalek nonaktif ini menyebutkan bahwa sosok Khofifah adalah sosok yang sangat peduli pendidikan.

"Ibu Khofifah selama selama menjadi ketua Muslimat NU juga telah banyak merangkul Radlatul Atfal (RA) yang tersebar diseluruh penjuru negeri, sehingga untuk mengenyampingkan pendidikan anak usia dini serasa tidak mungkin," tegasnya.

Ia meminta masyarakat Jawa Timur untuk lebih mendalami program Khofifah-Emil dan cerdas dalam memilih.

"Kita ini berasal dari kultur yang sama. Ibu Khofifah orang NU dan sama juga dengan saya yang dibesarkan dari keluarga Nahdatul Ulama. Kakek saya seorang guru agama mengajar menulis arab halus, sehingga untuk mengenyampingkan pendidikan madin itu saya rasa hampir tidak mungkin," urai Emil.

Senada dengan Emil, Khofifah juga sempat menjelaskan di banyak forum. Bahwa tidak benar jika ia dan Emil bermaksud menghentikan program Bosda Madin.

"Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil itu mantan Kakanwil Kemenag Jatim, yaitu Bapak M Roziqi. Yang merancang Bosda Madin ini ya beliau ini yang sekarang jadi ketua tim pemenangan. Jadi tidak mungkin kita akan menghapus Bosda Madin, justru yang ada kami ingin menguatkan program tersebut," tandas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved