Techno

Teroris Sering Menggunakan Aplikasi Ini Untuk Mengkoordinir Serangan, Ternyata Begini Cara Kerjanya!

Kombinasi beberapa fasilitas inilah yang memudahkan grup teroris seperti ISIS dalam memakai Telegram sebagai “pusat komando dan kendali”

Teroris Sering Menggunakan Aplikasi Ini Untuk Mengkoordinir Serangan, Ternyata Begini Cara Kerjanya!
Kompas
Aplikasi telegram 

Sebuah studi yang dirilis beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa Telegram menjadi platform komunikasi pilihan untuk para pelaku terorisme, seperti grup ISIS dan Al-Qaeda.

Tetapi ada apa di balik kegemaran mereka terhadap Telegram?

Dari awal, Layanan chatting tersebut diketahui selalu mengedepankan diri sebagai platform messaging yang aman dari sadapan pihak lain.

Fiturnya dalam hal ini termasuk enkripsi end-to-end yang mencegah pesan dicegat dan dibaca, kecuali oleh pengirim dan penerima.

Keunikan Telegram dalam hal privasi dan sekuriti membuatnya berhasil meraup hingga 100 juta pengguna pada 2016.

Namun, Jade Parker, peneliti senior dari grup riset TAPSTRI yang berfokus pada penggunaan internet para teroris, mengungkapkan bahwa kemampuan enkripsi Telegram bukanlah satu-satunya faktor yang membuat teroris tertarik menggunakan Telegram.

Enkripsi juga telah diterapkan media komunikasi lain seperti WhatsApp, namun Telegram masih berada selangkah di depan karena menyediakan berbagai fasilitas lain untuk memudahkan komunikasi, baik yang bersifat rahasia ataupun terbuka, dari individu ke individu ataupun menarget kalangan yang lebih luas.

Channels di Telegram misalnya, bersifat terbuka untuk publik dan bebas diikuti oleh pengguna lain (follower).

Karena itu pula, channels sering digunakan oleh teroris sebagai sarana untuk menyebar propaganda, dengan cara broadcast konten.

Ada juga fasilitas groups, private message, dan Secret Chat.

Halaman
1234
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved