Pilkada 2018

Berpengalaman, Pimpinan Muhammadiyah Nilai Khofifah Layak Pimpin Jatim

Hajri mengatakan pengalaman Khofifah di berbagai bidang bisa menjadi modal kuat untuk memimpin Jawa Timur.

Berpengalaman, Pimpinan Muhammadiyah Nilai Khofifah Layak Pimpin Jatim
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa saat berpidato di forum Kajian Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (19/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengalaman calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di berbagai bidang sudah tak diragukan lagi. Hal ini juga diamini Pimpinan PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohir.

Hal itu diungkapkan saat Khofifah menghadiri acara Kajian Ramadan 1439 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang.

Hajri mengatakan pengalaman Khofifah di berbagai bidang bisa menjadi modal kuat untuk memimpin Jawa Timur.

"Ibu Khofifah sudah pernah menjadi pimpinan DPR, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN, Wakil Ketua DPR lalu menteri lagi. Menteri saja sudah dua kali. Ditambah lagi Ketua Muslimat NU," kata Hajriyanto saat di Universitas Muhmmadiyah Malang, Minggu (20/5/2018).

Bahkan ia mengatakan dengan pengalamannya tersebut maka ia akan mudah saja jika akan menjadi gubernur Jawa Timur.

"Saya rasa kalau hanya menjadi Gubernur Jawa Timur itu soal enteng saja," lanjutnya.

Seperti diketahui, Khofifah pernah beberapa kali menjabat posisi strategis di level nasional bahkan internasional. Khofifah pernah ditugaskan sebagaimana yang disebutkan Ketua PP Muhammadiyyah, Hajriyanto Y Thohari.

Khofifah juga pernah menjadi Ketua delegasi Indonesia di forum PBB menyuarakan tentang “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Convention on The Elliminati on of All Forms of Discriminati on Against Women” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat pada 28 Febuari 2000.

Saat menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial, Khofifah sukses menorehkan banyak prestasi. Mulai dari Wilayah Bebas Korupsi dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) hingga Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) atas program “Risol Gepeng” (Rehabilitasi Sosial Gelandangan Pengemis).

Secara personal, Khofifah juga meraih Santri of The Year 2016 dan Tokoh Inspiratif 2017. Saat ini, Khofifah ingin kembali ke Jawa Timur untuk membangkitkan kesejahteraan Jawa Timur yang merata.

Di forum yang sama, Khofifah memaparkan materi tentang politik kebangsaan dalam kajian Ramadan tersebut. Menurut Khofifah, politik adalah kendaran untuk memberikan maslahat untuk masyarakat agar bisa menjalankan perintah agama dengan baik.

"Politik ini posisinya sebagai politik mardhiyah (untuk mendapatkan keridhoan Allah). Maka posisinya adalah dalam rangka fi hirosatiddiin wa siasatiddunya (menjaga agama, menata dunia). Kalau kita di sini, kita semakin punya spektrum yang saling melengkapi dengan apa yang faktual dengan secara empirik," jelas khofifah.

Politik, Khofifah mengatakan, adalah bagian yang saling berkaitan dalam tatanan agama. Kondisi ini menjadikan politik sebagai ladang ibadah untuk memberikan kesejahteraan bagi umat manusia.

"Menurut Imam Ghazali agama dan kekuasan berdampingan. Bagaimana kita membangun negeri ini dan politik mengambil keputusan yang mengikat masyarakat umum, tapi ketika melihat kemungkaran harus yughoyyir biyadihi (melakukan dengan tindakan). Maka di posisi inilah kekuasaan dan penguasa menjadi penting terlibat di dalamnya," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved