Bom Surabaya

Tangis Wali Kota Risma Membuat Penonton Terisak, 'Mengapa Tega Melukai Mereka'

Tangis Wali Kota Tri Rismaharini meledak setelah Direktur Rumah Kita Bersama Lies Marcoes dan pekerja seni Nia Dinata menyampaikan dukungannya.

Penulis: Musahadah | Editor: Parmin
Youtube
Risma menangis di acara Kompas TV 

SURYA.co.id - Tangis Wali Kota Tri Rismaharini meledak setelah Direktur Rumah Kita Bersama Lies Marcoes dan pekerja seni Nia Dinata menyampaikan dukungannya atas ledakan bom yang mengguncang Surabaya, 13-14 Mei 2018. 

Saat itu Risma teleconference dalam acara Rosi di KompasTV, Kamis (17/5/2018).

"Trauma ini bukan anak-anak teroris saja. anak-anak yang lain juga ikut trauma," katanya sambil terisak.

"Saya pengen melindungi anak-anak. mereka tidak mengerti. Mereka tergantung dari apa yang kita tuliskan. Tapi mengapa ini terjadi".

"Mengapa tega melukai mereka. Mereka tidak ngerti apa-apa," dengan suara terbata-bata. 

Kesedihan Risma ini membuat studio Rosi hening. Beberapa di antara penonton tampak mengusap air mata.  

Menurut Risma anak-anak yang dilibatkan dalam aksi bom bunuh diri itu pun tidak mengerti apa yang telah diperbuat. Dan ini akan sangat berat dilewati oleh mereka yang kini selamat. 

"Untuk temennya mereka (anak-anak korban bom) saja sudah berat. Saya harus membuat trauma center untuk memulihkan anak-anak ini dari trauma," katanya. 

Risma lalu mengurai alasannya meliburkan sekolah setelah ledakan bom terjadi di tiga gereja. 

Dia ingin anak-anak yang mendengar insiden ini bisa tenang. "Saya minta anak-anak pada saat masuk diajak bergembira semua. Kita tidak usah ngomong pelajaran," katanya.

Diakui Risma, saat ini dia memiliki pekerjaan rumah (PR) yang sangat besar untuk memulihkan trauma anak-anak terutama korban dan anak pelaku bom bunuh diri.

"Tentunya tidak mudah ini.  Saya hanya minta doa. Mudah-mudahan kami bisa membangkitkan semangat, terutama anak-anak agar tidak trauma, bisa melaksanakan aktivitasnya dengan biak. Tidak perlu ketakutan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada. Mereka bisa maksimal berada di surabaya yang lebih nyaman," katanya..

Risma mengaku akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk menjaga keamanan di Surabaya. 

Meski beberapa waktu lalu dia diprotes saat mengundang takmir Masjid se Surabaya, hal itu tidak membuatnya berkecil hati. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved