Khofifah Kunjungi Rumah Korban Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Cagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa kunjungi rumah Nuchin, korban meninggal dunia dalam serangan bom bunuh diri di Surabaya.

Khofifah Kunjungi Rumah Korban Serangan Bom Bunuh Diri di Surabaya
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke rumah duka korban teror bom di Jalan Arjuna, Nuchin (56), di Tropodo Waru, Sidoarjo, Selasa (15/5/2018) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (15/5/2018) berkunjung ke rumah Nuchin, korban meninggal dunia dalam serangan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jl Arjuna, Surabaya. 

Mendiang Nuchsin meninggalkan seorang istri bernama Jayati, serta tiga orang anak. Putra bungsunya masih duduk di bangku kelas 3 SD, bernama Muhammad Ferdi.

Bocah tersebut tampak masih murung saat menemani ibunya menyambut kedatangan Khofifah di rumah duka, Jalan Tropodo I, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Sesekali pandangan Jayati masih tampak kosong saat menemui tamu yang bedatangan. Kesedihan tak bisa ia tutupi atas setelah kepergian suaminya yang semula berpamitan untuk ke pasar loak tersebut.

"Sebelum pergi suami saya pamitan, saya disuruh mengaji. Lalu beliau pergi ke pasar loak untuk memberi lampu dan peralatan listrik karena lampu di rumah mati," kata Jayati.

Baca: Sebelum Meninggal Dunia, Korban Bom Bunuh Diri di Gereja di Surabaya Sempat Salat Dhuha

Entah firasat atau bukan, namun hal itu adalah kata terakhir yang ia dengar dari suaminya.

Saat Khofifah mencoba menanyakan bagaimana akhirnya Jayati mengetahui kabar bahwa suaminya menjadi korban bom di Jalan Arjuno, Jayati mencoba menegarkan diri.

"Saya dengarnya dapat telepon dari rumah sakit Bhayangkara. Katanya suami saya jadi korban," katanya.

Tes DNA sempat dilakukan untuk benar-benar memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah suaminya sendiri. 

Sementara itu,  Khofifah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian Nuchin. Ia berharap agar keluarga diberi kekuatan dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.

"Kita semua ingin saat dipanggil Allah bersama hamba yang dicintai Allah. Dan dipanggil bersama hamba kesayangan Allah memasuk surganya, semoga Pak Nuchin mendapatkan itu semua," kata Khofifah usai membaca tahlil bersama jamaah Muslimat Tropodo.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan pesan bahwa manusia tidak pernah tahu kapan usia akan dihentikan dan nyawa akan dicabut. Begitu pula manusia tidak tahu bagaimana caranya kita akan dicabut nyawanya.

"Maka sangunya setiap hari harus terus ditambah. Semoga keluarga diberi ketabahan, khususnya Ferdi, doakan bapak ya Nak, kirim Al Fatihah untuk beliau," katanya.

Khofifah tak henti mengutuk perbuatan yang dilakukan teroris yang meledakkan sejunlah titik di Surabaya maupun Sidoarjo. Ia meyebut bom bunuh diri yang jiga menghilangkan nyawa orang lain adalah tindakan yang keji dan tidak berprikemanusiaan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved