Berita Lamongan

Dituding Murtad, Penghianat, Ali Fauzi Pendiri YLP Tetap Bina Mantan Teroris Kembali Cinta NKRI

Para mantan kombatan dan mantan napiter sangat rentan kembali ke komunitas lama jika tidak ditangani secara benar.

surya/hanif manshuri
Ali Fauzi (kiri), mantan kombatan dan pentolan JI bersama Ahmad Azhar Basyir, mantan napiter 8 tahun, warga Karanggeneng yang baru sepekan bebas, Sabtu (12/5/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Ali Fauzi, pendiri Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) tetap tidak tergoyahkan berusaha menyadarkan para mantan narapidana teroris (napiter) untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Ancaman ke diri saya, ya banyak," kata Ali Fauzi, Selasa (15/5/2018).

Ada yang menilai dirinya murtad, kafir, dan banyak lagi kecaman jelek yang ditujukan kepadanya. Ada yang terang-terangan melalui telepon, WA dan SMS.

"Intinya saya dianggap penghianat dan meninggalkan 'perjuangan' bersama mereka (teroris)," ungkapnya.

Kecaman berat itu bahkan kerap muncul usai dirinya muncul di TV, dan komentar di media. Namun, niatannya mengajak para napiter untuk bersama membangun masa depan bangsa dan negara tetap tak terpatahkan.

Beragam upaya sudah dilakukan, termasuk memberi ketrampilan pada mantan napiter. Program awal fokus dari yayasan yang didirikan adalah untuk membina para mantan napi teroris dan mantan kombatan.

Jadi, fokusnya membina, mengubah mindset mantan napiter dan kombatan, supaya mindset lama ditinggalkan, dan mengubahnya menjadi mindset baru yang cinta masyarakat.

"Cinta Islam yang rahmatan lilalamin, cinta NKRI dan cinta polisi," ungkapnya.

Program kedua adalah program deradikalisasi bagi mereka yang sudah terpapar dengan paham-paham ekstrim itu.

"Dua program, yakni untuk mantan napi dan mereka yang sudah terpapar," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved