Bom Surabaya

Bocah 7 Tahun yang Selamat dari Ledakan Bom Polrestabes Surabaya Itu Saksi Paling Penting

Ini saksi yang paling penting. Biarkan dia dulu dirawat. Setelah nanti bisa diajak bicara, kita akan tanya

Bocah 7 Tahun yang Selamat dari Ledakan Bom Polrestabes Surabaya Itu Saksi Paling Penting
surya/istimewa
Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roni Faisal Saiful Fatron, Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya saat menyelamatkan Ais (7), bocah kecil yang juga anak pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebut Ais (7) merupakan saksi penting.

Ais merupakan anak pengebom Polrestabes Surabaya, Tri Murtono (50), bersama istrinya Tri Ernawati (43), warga Surabaya.

Dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukannya, Tri Murtono dan Tri Ernawati mengajak tiga orang anaknya.

Dua anak laki-laki bernama MDAM (18), MDSM (14).

Sedangkan anak perempuannya yang diajak adalah Ais (7).

Dalam kejadian tersebut, Ais selamat dari ledakan.

"Ini saksi yang paling penting. Biarkan dia dulu dirawat. Setelah nanti bisa diajak bicara, kita akan tanya," ucap Tito Karnavian.

Selain itu, Tito juga menyebut ada tiga saksi penting lainnya dari lokasi pengeboman di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Tiga saksi penting itu merupakan anak dari Anton Febrianto (47), teroris yang tewas seusai bom yang dirakitnya meledak.

"Bom itu dimiliki ayahnya dan meledak sendiri. Kita akan sampaikan nanti. Tiga anak itu tentu tahu persis," kata Tito.

Pasangan Anton Febrianto dan Puspitasari (47) punya empat anak, dua orang mengalami luka-luka dan satu orang selamat.

Satu orang lainnya ikut tewas bersama Anton dan Puspitasari. (fat/fla/amn/diy/sha)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved