Senin, 1 Juni 2026

Berita Surabaya

Ketika 9 Spammers Berinteraksi dan Curhat Pada Fans

Teriakan histeris anak-anak menggema di area atrium Ciputra World Surabaya (CWS). Dengan gawai di genggaman tangan

Tayang:
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Cak Sur
SURYAOnline/Sudharma Adi
Ketika 9 Spammers Berinteraksi dan Curhat Pada Fans 

SURYA.co.id | SURABAYA - Teriakan histeris anak-anak menggema di area atrium Ciputra World Surabaya (CWS). Dengan gawai di genggaman tangan, mereka merekam setiap momen yang ada di atas panggung. Teriakan dan sahutan selalu muncul saat 9 spammers berinteraksi dengan penonton di area itu.

Acara itu adalah bagian dari meet and greet 9 Spammers yang digelar di CWS. Para spammers adalah pemilik media sosial instagram yang mengiklankan atau mempromosikan sesuatu melalui video di sana.

Para spammer yang dihadirkan semuanya cewek, dari Surabaya dan Jakarta. Mereka adalah spammer yang punya follower dengan rata-rata di atas 600 ribu. Bak artis, secara bergantian mereka berbagi cerita tentang bagaimana cara nyepam di instagram.

Seperti Melcin, pemilik akun @spam.by.cece yang menjelaskan bahwa spam tak hanya untuk produk saja, namun juga untuk curhat. Dia lalu mencontohkan, pernah curhat merasa bad mood karena teman-teman bangun kesiangan, sehingga dia sarapan sendiri.

“Ya udah, saya lalu nyepam..’Duh, anak-anak telat bangun. Sarapan sendirian deh’..begitu saja,” ujarnya di hadapan penonton, Sabtu (12/5/2018).

Begitu juga Hilda, pemilik akun @keikospams, yang menjadi spammer sejak Juni 2017 karena potensi pendapatan dari pengiklan produk. Dia pun rela berhenti dari pekerjaan, dan memilih fokus spammer. Dengan follower yang cukup banyak, apapun yang dia unggah selalu direspon viewer. Bahkan, aktivitas pribadi seperti tidur pun juga bisa dijadikan spam.

“Saya pikir, spam itu banyak sukanya. Tak hanya terkait produk, spam bisa membuat saya kenal banyak orang,” terangnya.

Sedangkan bagi spammers lainnya, kegiatan spam adalah hal mengasyikkan. Selain bisa mengenal banyak orang, spam juga bisa menghibur orang.

“Kalau hal negatifnya mungkim cuma satu, yakni tak boleh nyepam ketika belajar,” kata Clarice, pemilik akun @centerxspam.

Sementara itu, seorang panitia penyelenggara acara, Klemen Kristanto menjelaskan, bertemunya spammers ini sebenarnya ingin mengedukasi anak-anak agar berani berinteraksi dan berbicara, minimal lewat video. Dengan berani berinteraksi, maka secara tak langsung anak-anak akan punya banyak teman.

“Tak hanya teman dari satu komunitas saja, tapi juga hingga luar kota,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved