Berita Pasuruan
Alfamart Dukung Pemerintah Bangun Ritel Modern di Pesantren Pasuruan
Ummart merupakan merk dagang kerjasama antara Alfamart, HIPMI, dan Aprindo yang difasilitasi Kemendag.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | PASURUAN - PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT), pemilik jaringan Alfamart sangat mendukung program Pesantren Preneur yang dicanangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Bentuk dukungan itu terbukti dengan membangun ritel modern di lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang diberi nama Umat Mart atau UMMART.
Rencananya, Ummart yang berada di Ponpes Bayt Al-Hikmah di Kota Pasuruan ini akan dilaunching langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (12/5/2018).
Ummart merupakan merk dagang kerjasama antara HIPMI dan Aprindo yang difasilitasi Kemendag. Dalam hal ini Alfamart melakukan bedah warung (dress up) dan pembangunan gerai baru di beberapa ponpes di Jawa Timur.
Pada tahap pertama dilakukan pembangunan di 10 gerai dan Alfamart mendapat bagian sebanyak tujuh gerai dari jumlah itu.
Gerai itu terdiri dari Ponpes Minhajud Tullab 1 dan 2 Banyuwangi, Ponpes Mabadiul Ihsan Banyuwangi, Ponpes dan SMP Hati Kraksaan Probolinggo, Ponpes Zainul Hasan Probolinggo, Ponpes Bayt Al Hikmah Pasuruan dan Ponpes Mambaul Ma`arif Jombang.
Selain pembangunan fisik, Hans Harischandra, Direktur Property & Small-Micro Business Development PT SAT mengatakan, pihaknya juga memberikan pelatihan terhadap beberapa santri dan pengurus ponpes mengenai manajemen ritel.
"Dalam pelatihan itu, kami ajarkan bagaimana mengelola usaha ritel dengan baik yang kemudian dilakukan pendampingan serta kemudahan distribusi barang," katanya kepada Surya di Pasuruan.
Pelatihan sendiri ini dilakukan secara bertahap. Ada kelas kecil, menengah dan besar. Selanjutnya program pelatihan akan dilaksanakan secara terus menerus sehingga mampu memajukan kewirausahaan pesantren.
“Harapan dengan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan usaha ritel yang lebih modern serta meningkatkan kegiatan perekonomian di lingkungan pesantren,” tambahnya.
Dijelaskannya, ke depan, kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, namun akan dilanjutkan ke beberapa pesantren lainnya dengan skala daerah yang lebih luas dan lingkungan masyarakat yang lebih luas.
Ide pendirian UMMART ini didasari pada potensi memajukan ekonomi di sektor ritel melalui keberadaan ponpes yang tersebar di seluruh Indonesia.
Hal ini juga tidak terlepas dari masih banyaknya daerah yang mengalami kesenjangan dalam hal toko ritel modern dengan warung dan toko tradisional yang ada di suatu wilayah.
“Melalui program tersebut para santri akan dibekali dengan kemampuan berbisnis dan mengelola toko ritel,” ujarnya.
Selain bertujuan untuk memajukan ekonomi daerah, keberadaan UMMART juga dalam rangka memberdayakan para santri agar memiliki keahlian berusaha serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Untuk pelaksanaan teknisnya, pesantren yang sudah punya toko bisa memakai gerai yang sudah ada, tinggal disuplai barang-barangnya dari ritel di bawah naungan Aprindo.
"Sedangkan bagi pondok yang belum punya toko atau gerai akan dibantu membangunnya di lingkungan tersebut dimana kepemilikan tanah dan tokonya tetap dari pesantren," pungkas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mendag-di-pasuruan_20180512_155816.jpg)