Berita Tulungagung

Ada Tarikan Tambahan PTSL di Tulungagung, Kejaksaan Tegaskan Belum Melegalkan

Menurut Kepala Seksi Intelejen Kejari Tulungagung, Doddy Witjaksono, ketentuan biaya tambahan itu belum disahkan.

Ada Tarikan Tambahan PTSL di Tulungagung, Kejaksaan Tegaskan Belum Melegalkan
surya/david yohanes
Kasi Intel Kejari Tulungagung, Doddy Witjaksono. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menerima banyak aduan soal pungutan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Namun Kejari belum berani mengambil sikap, karena berbagai pertimbangan pelaksanaan program ini.

Sebelumnya pemerintah memang mematok biaya PTSL sebesar Rp 150.000. Namun, biaya ini dianggap terlalu kecil dan ditolak oleh para kepala desa.

Panitia PTSL bersama Kades kemudian menetapkan biaya sesuai hitungan mereka.

Di Tulungagung, biaya yang dipatok tidak boleh lebih dari Rp 350.000. Namun menurut Kepala Seksi Intelejen Kejari Tulungagung, Doddy Witjaksono, ketentuan biaya tambahan itu belum disahkan.

“Kejaksaan belum pernah diajak membahas soal biaya tambahan itu. Makanya kami sesalkan kalau ada yang bilang Kejaksaan menyetujui penetapan biaya itu,” kata Doddy, Kamis (10/5/2018).

Menurut Doddy, pihaknya belum berani melegalkan, sekaligus tidak berani melarang. Sebab jika dilarang ditakutkan akan mengganggu pelaksanaan PTSL, karena itu adalah program nasional yang harus disukseskan.

Karena itu solusinya harus ada payung hukum yang mengatur. Nantinya, pihak terkait, yakni Kejaksaan, Kepolsian, Bupati dan Kantor Pertanahan akan bertemu untuk membahas biasa tambahan ini.

Sebagai solusi, bisa saja diterbitkan Peraturan Bupati atau cukup Peraturan Desa sebagai payung hukum.

“Untuk yang terlanjur sudah memungut, lebih baik tidak usah digunakan dulu. Kalau memang payung hukumnya nanti harus dikembalikan, jangan sampai jadi masalah hukum,” terang Doddy.

Seharusnya, di luar biaya Rp 150.000 yang ditetapkan pemerintah, pemohon masih harus mengualarkan biaya tambahan untuk patok dan materai.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved