Berita Tulungagung

Warga Ribut Tarikan Tambahan PTSL, Kades Gedangan Tulungagung Punya Penjelasan

Terkait tambahan pungutan ini, lanjut Sunyoto, pihaknya telah menyampaikan ke Bupati, Kapolres hingga Kejaksaan Negeri (PN)

Warga Ribut Tarikan Tambahan PTSL, Kades Gedangan Tulungagung Punya Penjelasan
surya/samsul hadi
Puluhan warga Desa Jiwut menggeruduk kantor desa setempat meminta kejelasan program PTSL ke kepala desa, Rabu (2/5/2018). Di Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Warga mengeluhkan adanya tarikan tambahan PTSL, Selasa (8/5/2018). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Panitia Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, memungut biaya tambahan Rp 300.000 dan Rp 500.000 per lembar sertifikat.

Warga mengeluh, karena sebelumnya biaya per lembar sertifikat hanya dipatok Rp 350.000 tanpa biaya tambahan.

Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Sunyoto, mengatakan biaya tambahan itu sudah dimusyawarahkan. Warga pun sudah menyetujui tambahan biaya itu.

"Di Gedanga malah lebih kecil, ada desa-desa lain yang memungut lebih besar," ujar Sunyoto sambil menyebut nama dua desa lain.

Sunyoto balik menuding, ada kepentingan politik sehingga pungutan yang sudah disepakati ini dipermasalahkan. Padahal kesepakatan soal pungutan ini sangat jelas peruntukannya.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembangunan makam desa. Dari sekitar 1.100 pemohon sertifikat lewat PTSL, hanya 250 pemohon yang dikenakan biaya tambahan.

"Yang kena pungutan ini tanah beli, hibah atau waris yang belum atas namanya sendiri," tambah Sunyoto.

Saat ini sudah terkumpul uang Rp 60 juta dari pungutan PTSL. Dana ini belum digunakan dan masih disimpan di rekening bank.

Terkait tambahan pungutan ini, lanjut Sunyoto, pihaknya telah menyampaikan ke Bupati, Kapolres hingga Kejaksaan Negeri (PN).

Seorang warga, Jas, mengungkapkan usulan pungutan ini sempat dimintakan tanda tangan ke Camat Campurdarat. Harapannya dengan tanda tangan camat bisa menjadi penguat legalitas pungutan itu.

Namun ternyata camat menolak menandatangai usulan itu.

"Camat menolak tanda tangan dan tidak mau dilibatkan," tegas Jas.

Sebelumnya biaya mengurus sertifikat tanah lewat program PTSL di Desa Gedangan sudah ditetapkan Rp 350.000 per lembar sertifikat.

Namun panitia menetapkan biaya tambahan Rp 350.000 untuk tanah waris dan hibah. Sedangkan untuk tanah jual beli dikenakan biaya tambahan Rp 500.000 per lembar sertifikat.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved