Berita Surabaya

VIDEO - Terungkap! 34,2 Ton Bawang Merah Ilegal Asal India Beredar di Pasar Kota Surabaya

Bawang impor tidak boleh masuk Indonesia, tapi hasil penyelidikan di pasar Surabaya ada bawang impor,

VIDEO - Terungkap! 34,2 Ton Bawang Merah Ilegal Asal India Beredar di Pasar Kota Surabaya
surya/fatkhul alamy
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto dan Kepala Seksi Tanaman Sayur dan Tanaman Obat Dinas Pertahanan Pangan Pemprov Jatim, Indrawati mengecek bawang merah dan bombai saat di gudang Jl Kasuari, Surabaya, Senin (7/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim membungkar penimbunan bawang merah dan bawang bombai impor asal India.

Sebanyak 70,7 ton bawang itu diamankan di sebuah gudang di Jl Kasuari Surabaya, Senin (7/5/2018).

Terbongkarnya penimbunan bawang merah dan bombai di Surabaya, ini bermula dari penyelundupan ratusan ton bawang merah dan bombai dari India ke Surabaya pada April 2018.

Polisi yang mendapat informasi dari masyarakat ada bawang merah dan bombai impor beredar di pasaran di Surabaya, akhirnya melakukan penyelidikan.

"Bawang impor tidak boleh masuk Indonesia, tapi hasil penyelidikan di pasar Surabaya ada bawang impor," sebut Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto di Surabaya, Senin (7/5/2018).

Dari hasil penyelidikan, lanjut Setyo, bawang merah dan bombai berasal dari perusahaan itu

Akhirnya tim Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek gudang itu

Hasil dari penggerebekan, polisi menemukan 70,7 ton bawang merah dan impor.

Barang tersebut ilegal lantaran ada larangan impor.

Setyo menuturkan perusahaan meng-impor bawang merah dan bombai dari India pada April 2018 sebanyak 114 ton.

Setelah dilakukan pengecekan, barang sebanyak itu tinggal 70,7 ton.

"Sebanyak 34,2 ton sudah dijual ke pasar-pasar di Surabaya. Makanya kami dan Pemrov Jatim melakukan pengecekan ke Pasar Pabean dan lainnya," terang Setyo yang juga Kepala Satgas Pangan Mabes Polri ini.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved