Berita Kediri
Santri Ponpes Lirboyo Kediri Diajari Pengolahan Limbah Plastik
Para santri di Ponpes Hidayatullah Mubtadiin Lirboyo, Kota Kediri, dilatih cara mengolah limbah plastik.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | KEDIRI - Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) pelatihan di Pondok Pesantren Hidayatulah Mubtadiin Lirboyo Kota Kediri. Kegiatan ini tindak lanjut dari fasilitasi mesin dan peralatan pengolahan limbah plastik, Jumat (4/5/2018).
Direktur Jenderal IKM Gati Wibawaningsih menjelaskan, kegiatan terintegrasi ini diharapkan para santri yang telah dididik langsung dapat mengolah limbah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomi.
Pelaksanaan bimtek diikuti 20 orang santri. Dalam bimtek diajarkan tentang pengolahan limbah plastik dan pembuatan pupuk organik dari limbah organik.
“Kami sangat yakin peserta sudah dapat menguasai ilmu yang diberikan oleh para instruktur. Diharapkan ilmu itu dapat diterapkan sehingga akan menjadi awal kebangkitan usaha para santri,” jelasnya.
Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan, Ratna Utarianingrum mengatakan, Program Santripreneur merupakan wadah untuk menjembatani santri-santri yang berwirausaha maupun pengusaha muslim dalam mengembangkan usahanya lebih inovatif dan berdaya saing.
“Kalau santri bisa melakukan kegiatan ini secara kontinyu, di samping menambah penghasilan juga menjadi pahlawan dalam mengatasi masalah sampah terutama sampah plastik yang selama ini menjadi permasalahan kita semua,” tuturnya.
Melalui program Santripreneur, santri dibimbing dan didorong meningkatkan kemampuan berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, kreativitas dan inovasi, produktivitas, kemampuan membuat keputusan dan mengambil risiko. Termasuk kerjasama yang saling menguntungkan dengan menerapkan etika bisnis.
Data Kementerian Agama, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan 28.961 dengan total hampir 4.028.660 santri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memandang pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Salah satunya menumbuhkan wirausaha industri baru dan Pengembangan Unit Industri di lingkungan pondok pesantren.
Di Jatim, Program Santripreneur telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.
Program Santripreneur yang telah berjalan, memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di pondok pesantren, yaitu model Santri Berindustri dan Santri Berkreasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/santri-lirboyo-kota-kediri-belajar-cara-pengolahan-limbah-plastik_20180504_222631.jpg)