Berita Ekonomi Bisnis

Konsumsi Cokelat Meningkat, Kakao sebagai Bahan Baku Terancam Impor

Konsumsi cokelat di Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Konsumsi Cokelat Meningkat, Kakao sebagai Bahan Baku Terancam Impor
surya/Srihandi lestari
Kepala Sains Technopark Kopi Kakao Jember, Pujiyanto (kedua dari kiri) menerima penghargaan dari Bareca di Surabaya, Rabu (2/5/2018) malam. 

“Pabrik di Indonesia itu mengolah bahan menjadi setengah jadi. Setidaknya mereka tidak kena pajak impor bahan baku,” tuturnya.

Untuk bisa memenuhi bahan baku di kemudian hari karena tren ke depan adanya peningkatan konsumsi, maka pemerintah berupaya untuk menambah lahan.

Selama ini, luas lahan kakao dikatakan Pujiyanto mencapai 1,6 juta hektar di seluruh Indonesia.

Karenanya, pemerintah sedang berupaya untuk memperluas lahan tanam khususnya di daerah Sumatera.

“Lampung sedang kita promosikan dan daerah lain di Sumatera,” lanjut Pujiyanto. Saat ini masih ada kendala yang menyebabkan produksi kakao ini menjadi rendah. Di antara adalah hama penyakit. Selain itu, kakao dianggap kurang menguntungkan bagi petani.

“Saat ini lebih menguntungkan menanam sawit. Tapi kalau ke depan kakao lebih menguntungkan maka petani akan beralih ke kakao,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, President Director PT Gandum Mas Kencana, Susanna S Solichin mengatakan pasar cokelat di Indonesia saat ini memang terus berkembang. Bahkan, Susanna yang memulai usaha sejak 30 tahun lalu itu, mengaku akan terus mengembangkan industri ini di tanah air.

“Kami awalnya memproduksi cokelat yang bahan bakunya impor dari Eropa. Kini kami sudah memproduksi dengan bahan baku dari Indonesia sendiri walau masih ada yang impor untuk campuran,” ujarnya.

Gandum Mas Kencana bukan hanya merajai bisnis cokelat compound di Indonesia tapi sudah mengekspor produknya ke 30 negara di dunia khususnya di kawasan Asia, Pasifik dan Timur Tengah.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved