Breaking News:

Berita Mojokerto

Sulap Lahan Tebu Jadi Wisata Petik Jeruk Segar di Mojokerto, Ini Kisah Inspratif Ady Widianto

Ady bersama istrinya melihat peluang untuk menjadikan lahan pohon jeruknya menjadi wisata edukasi berkonsep petik jeruk.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
surya/mohammad romadoni
Ayu Dewi Nastiti, istri dari pemilik Wisata Petik Jeruk Mojokerto, sedang memanen jeruk siam, Rabu (2/5/2018). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kecewa harga tebu terus anjlok, akhirnya mendorong Ady Harma Widianto untuk berpikir kreatif.

Pria 30 tahun dari Mojokerto ini ini menganggap tanaman tebu miliknya sudah tidak lagi produktif lantaran harga tebu di kalangan petani turun drastis dan tak lagi mencukupi seluruh biaya tanam dan perawat.

Ady sapaan akrab pria ini bertekad untuk beralih dari tanaman tebu menjadi lahan jeruk siam.

Dia mengubah ladang tebu seluas satu hektar di Desa Karang Jeruk, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto
tersebut untuk ditanami jeruk Siam pada 2015 silam.

Meski Ady sempat bimbang, keputusannya beralih ke tananam jeruk dirasa tepat. Kini, lahan jeruk siam miliknya itu telah tumbuh hingga berbuah lebat.

"Awalnya tidak yakin pohon jeruk siam bisa tumbuh baik, syukurlah ternyata dapat berbuah banyak," ujarnya, Rabu (2/5/2018).

Ady mengatakan ide kreatif hingga akhirnya memutuskan untuk beralih menanam jeruk lantaran terinspirasi dari nama kampung halamannya, Desa Karang Jeruk.

Meski bermodal cekak dia tidak patah semangat yang terus berupaya mengembangkan usahanya di bidang pertanian.

"Desa ini Karang Jeruk mestinya identik sama buah jeruk, itulah yang menguatkan saya untuk menanam sekaligus mengembangkan tananam buah jeruk," bebernya.

Kini pohon jeruk itu telah berbuah lebat bersamaan memasuki masa panen. Sekilas deretan lahan jeruk itu tersamarkan lantaran diapit ladang tebu di samping kanan dan
kirinya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved