Persebaya Surabaya

Soal Kuota Aremania di Stadion Gelora Bung Tomo, Ini Penjelasan Manajemen Persebaya

Apabila melihat regulasi, Persebaya wajib memberikan kuota lima persen dari jumlah kapasitas GBT 50 ribu penonton untuk suporter Arema FC.

Soal Kuota Aremania di Stadion Gelora Bung Tomo, Ini Penjelasan Manajemen Persebaya
surya/hayu yudha prabowo
Aremania mendukung Arema FC melawan Persib Bandunh dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (6/5/2018) menjadi salah satu pertandingan yang ditunggu-tunggu.

Tak hanya pendukung Bajul Ijo, namun juga pendukung Singo Edan yang ingin menyaksikan aksi idolanya bermain.

Namun berhubung bermain di kandang Bajul Ijo, panpel Persebaya akan mengatur kuota sekaligus perizinan suporter Arema FC atau Aremania yang akan datang.

Terkait kuota suporter lawan, Manajer Persebaya Chairul Basalamah mengatakan, pihak Persebaya akan menerapkan regulasi yang ada secara normal, terlepas dari rivalitas yang terjadi antara kedua tim.

Jika merujuk regulasi, klub tuan rumah harus menyediakan lima persen dari total kapasitas stadion yang tersedia untuk supporter klub tamu di tempat yang terpisah dan aman.

Ketentuan ini dapat dipertimbangkan apabila terdapat alasan keamanan dan kondisi stadion yang tidak memungkinkan untuk dijalankan.

"Kita menjalankan sesuatunya secara normal, tapi ada himbauan dari pihak kepolisian, dan kita tidak bisa apa-apa soal itu. Persebaya berkali-kali tidak dapat haknya juga (saat away), bahkan berkali-kali kita juga dapat tanpa penonton," kata Chairul Basalamah, Rabu (2/5/2018) di Lapangan Polda Jatim.

Apabila melihat regulasi, Persebaya wajib memberikan kuota lima persen dari jumlah kapasitas GBT 50 ribu penonton itu untuk suporter Arema FC.

Namun terkait pertimbangan keamanan, plus catatan kelam kedua kelompok suporter, menjadi pertimbangan pihak kepolisian dalam memberikan izin.

"Pada dasarnya kita tidak pernah membuat sesuatunya ribet. Tapi saya rasa pihak kepolisian dan teman-teman panpel, yang pas menjawab soal ini. Karena kita juga tidak mau setiap pertandingan harus berdarah dan ada korban," jelasnya.

Sekretaris Persebaya, Ram Surahman menambahkan, soal kedatangan suporter tim tamu, apabila merujuk kesepakatan yang sudah dibuat di Polda Jatim, maka suporter tim tamu tidak akan datang saat Persebaya menjamu Arema FC, begitu juga sebaliknya.

"Sejak tahun 1999 ada larangan dari Polda Jatim bagi kedua tim untuk saling berkunjung. Sampai sekarang, masih dipatuhi kedua tim," tutur Ram Surahman pada SURYA.co.id.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved