Sabtu, 11 April 2026

Sambang Kampung

Rawat Bonsai Bareng-bareng, Warga Sememi Kidul Produksi Kompos Sendiri

Untuk merawat tanaman-tanaman bonsai mereka, para perempuan anggota PKK di Sememi Kidul memproduksi pupuk kompos sendiri.

surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Warga menunjukkan tanaman-tanaman bonsai di depan rumah mereka. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para perempuan anggota PKK di Jl Sememi Kidul RT 3/RW 4, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya, rutin membuat pupuk kompos untuk menghemat biaya pengeluaran dalam merawat bonsai dan tanaman-tanaman lain milik mereka. 

"Seusai memasak, ibu-ibu akan bergegas membuang sampahnya ke tong komposter," terang Nur Azizah, selaku ibu RT.

Warga menyebar tong komposter di sudut dan di tengah kampung. "Kami memiliki lima tong komposter untuk memenuhi kebutuhan pupuk," ujar Azizah.

Ke depan, akan menambah tong komposter lagi. Sebab, prosesnya memakan waktu cukup lama yakni satu bulan.

"Kalau gagal, kami masih punya cadangan tong komposter, jadi tidak khawatir," paparnya.

Sebelumnya, warga memang sering gagal dalam proses pembuatan pupuk kompos. Karena harus sering dipantau dan diberikan air bekas cucian beras.

Ibu-ibu PKK juga membuat tong penampung limbah minyak bekas memasak. Karena banyak warga membuang minyak  ke selokan.

"Untuk menjaga kebersihan selokan, kami juga membuat tong penyaring limbah minyak jelantah yang didalamnya berisi batu merah pasir, kerikil dan arang," ujar wanita asli Sidoarjo ini.

Selain itu, warga Sememi Kidul memanfaatkan handuk untuk dibuat menjadi pot bunga.

"Warga sememi Kidul sangat kreatif, mereka bisa membuat pot dari handuk, dengan cara direndam di air semen," pungkasnya.

Baca: Suhu Udara Sekitar Panas Dekat Tambak, Warga Sememi Kidul Rajin Hijaukan Kampung

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved